Mengapa Saya Bersedia Menerima Anugerah Adiluhung
L K Ara
Saya menerima Anugerah Adiluhung ini bukan karena merasa telah sampai di puncak perjalanan, apalagi menganggap diri paling layak di antara para penyair Indonesia. Saya menerimanya dengan kesadaran bahwa setiap penghargaan pada hakikatnya bukanlah mahkota yang meninggikan kepala seseorang, melainkan titipan yang harus dijaga dengan kerendahan hati.
Bagi saya, menjadi penyair bukanlah profesi untuk mengejar kemasyhuran. Sejak muda saya memilih jalan yang sunyi: jalan kata-kata. Saya percaya bahwa puisi bukan sekadar permainan bahasa, melainkan kesaksian batin, ikhtiar merawat nurani, dan doa yang terus mencari cahaya. Dari keyakinan itulah saya menulis selama puluhan tahun, tanpa pernah menjadikan penghargaan sebagai tujuan.
Jika hari ini masyarakat kebudayaan memberikan penghormatan kepada saya, sesungguhnya penghormatan itu bukan hanya untuk diri saya. Saya menerimanya atas nama perjalanan panjang sastra Indonesia, atas nama para penyair yang tetap menulis dalam keterbatasan, atas nama guru-guru yang mengajarkan kecintaan kepada bahasa, dan atas nama para pembaca yang setia menjaga puisi tetap hidup.
Saya juga teringat kepada banyak penyair yang telah berpulang sebelum sempat menerima penghormatan. Ada yang hidup dalam kesederhanaan, bahkan dalam kesulitan, tetapi tidak pernah berhenti menulis. Mereka adalah cahaya yang sering tidak terlihat pada zamannya, namun menerangi generasi sesudahnya. Maka, menerima Anugerah Adiluhung ini juga berarti mengenang dan menghormati mereka yang telah lebih dahulu mengabdikan hidupnya kepada sastra.
Saya percaya, penghargaan tidak akan mengubah nilai sebuah puisi. Puisi tetap hidup karena kejujuran, bukan karena piagam. Namun penghargaan dapat menjadi penanda bahwa masyarakat masih menghargai kebudayaan, masih memberi ruang kepada sastra untuk berbicara tentang kemanusiaan, keadilan, kasih sayang, dan hubungan manusia dengan Tuhan serta alam semesta.
Karena itulah saya tidak menolak penghargaan ini. Menolaknya bukanlah bentuk kerendahan hati yang paling mulia. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang tetap rendah hati setelah menerimanya. Penghargaan hanya akan bernilai apabila ia melahirkan tanggung jawab yang lebih besar untuk terus berkarya dan mengabdi.
Pada usia yang telah senja, saya tidak lagi mengejar banyak hal. Saya hanya ingin tetap menulis selama Allah Swt. masih memberi napas. Saya ingin terus menyuarakan suara Aceh, tanah Gayo, hutan, danau, gunung, serta manusia-manusia sederhana yang mengajarkan arti ketabahan. Saya ingin puisi tetap menjadi jalan untuk mendekatkan manusia kepada Penciptanya sekaligus kepada sesama makhluk-Nya.
Anugerah Adiluhung ini tidak saya pandang sebagai penutup perjalanan, melainkan pengingat bahwa pekerjaan seorang penyair belum selesai. Selama masih ada ketidakadilan, selama masih ada alam yang terluka, selama masih ada manusia yang kehilangan harapan, selama itulah puisi masih mempunyai alasan untuk lahir.
Karena itu, penghargaan ini saya terima sebagai amanah kebudayaan. Saya menerimanya bukan untuk meninggikan nama saya, tetapi untuk menguatkan keyakinan bahwa sastra masih mempunyai tempat dalam membangun peradaban yang beradab.
Jika penghargaan ini mempunyai makna, maka makna itu terletak pada tanggung jawab yang mengikutinya. Saya harus semakin jujur kepada kata-kata, semakin rendah hati di hadapan kehidupan, dan semakin dekat kepada Allah, sumber segala keindahan.
Akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa yang dimuliakan bukanlah diri saya. Yang dimuliakan adalah perjalanan panjang pengabdian kepada sastra. Yang dihormati bukanlah seorang penyair, melainkan nilai-nilai yang dijaga melalui puisi: kemanusiaan, kebudayaan, dan ketakwaan.
Maka saya menerima Anugerah Adiluhung ini dengan rasa syukur, bukan sebagai mahkota, melainkan sebagai titipan.
Semoga saya tetap mampu menjaga titipan itu dengan karya yang jujur, hati yang rendah, dan langkah yang istiqamah hingga akhir hayat. Aamiin.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










