(Refleksi Hari Sumpah Pemuda)
Oleh: Fathan Muhammad Taufiq
Hari Sumpah Pemuda ke-98 tahun ini, diperingati dalam kondisi yang memprihatinkan. Momentum bangkitnya para muda tahun ini, ditandai dengan makin sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan, tekanan ekonomi yang makin tinggi, nilai tukar rupiah yang makin melemah dan meningkatnya angka pengangguran intelek.
Dalam kondisi seperti ini para pemuda dituntut untuk menghasilkan kreativitas dengan mengoptimalkan potensi diri, tanpa harus menunggu terbukanya lapangan pekerjaan. Menjadi enterpreneur di berbagai bidang, adalah pilihan bijak untuk saat ini. Sudah banyak anak muda yang sukses sebagai enterpreneur dengan memanfaatkan potensi lokal.
Untuk tataran lokal, sudah ada beberapa contoh enterpreneur muda yang sudah menggapai sukses di usianya yang masih muda. Sebut saja nama Syukran Bintang, enterpreneur muda pelopor wine coffee ini, sekarang memiliki omset milyaran dari usaha yang dirintisnya. Ada lagi Iwanitosa Putra, anak muda yang sukses sebagai pengusaha dan eksportir kopi Arabika Gayo dalam usia yang masih relatif muda. Di luar bisnis kopi, ada nama Andi Rahman yang sukses menjadi motivator yang sudah cukup dikenal bahkan sampai ke level nasional. Belakangan muncul nama Peraras Nura Fasya, lajang asal kampung Telegesari, Jagong Jeget ini, mulai terlihat kiprahnya sejak merintis bisnis kopi berlabel Alas Linge Coffee. Merangkap sebagai petani kopi, Nura kini mulai dikenal sebagai enterpreneur muda yang mulai dilirik oleh berbagai kalangan.
Para muda yang telah sukses di usia muda tersebut, bukan hanya menggapai sukses untuk dirinya sendiri, tapi juga mampu membuka peluang kerja bagi para pemuda di lingkungan tempat usahanya. Jiwa-jiwa enterpreneur seperti inilah yang dibutuhkan saat ini untuk menjawab tantangan zaman yang semakin berat.
Namun, di balik kisah sukses dari anak-anak muda tersebut, sebuah kekhawatiran besar sedang mengancam eksistensi generasi muda di daerah ini. Masih banyak anak-anak muda yang tidak peduli dengan masa depan mereka, bahkan dengan sadar sengaja menghancurkan masa depan mereka sendiri.
Peredaran narkotika, khususnya jenis sabu yang semakin masif, menjadi ancaman besar bagi generasi muda kita. Sebagian pemuda malah menganggap mengkonsumsi sabu itu sebagai tren anak muda, tidak menyadari bahwa itu sebagai penghancur masa depan mereka.
Sulit kita bayangkan, jika narkoba sudah merasuk dalam di kalangan anak muda, mereka akan kehilangan akal sehat, menjadi pemalas dan cenderung memicu tindakan kriminal seperti mencuri, membegal, merampok dan sebagainya. Dengan kondisi seperti itu, bagaimana masa depan mereka 10–20 tahun ke depan, apa mungkin kita menyerahkan estafet kehidupan ini kepada mereka? Akan jadi apa negara atau daerah kita ini di tangan mereka? Sebuah tanya yang perlu dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar retorika.
Yang juga membuat kita prihatin, banyak generasi muda kita sekarang juga sudah terjerat dengan judi online. Kemudahan mengakses situs judi melalui gadget, membuat banyak anak muda di daerah kita yang sudah terjerat dengan judol ini, bahkan dalam beberapa kasus, sampai ada yang bunuh diri akibat jeratan judol ini. Sama seperti narkoba, judol juga berpotensi memicu munculnya kejahatan lainnya. Harus ada upaya dari semua pihak untuk bersinergi mencegah agar judol ini tidak semakin jauh merusak dan menghancurkan generasi muda kita.
Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda adalah momentum untuk bangkit dari keterpurukan, bangkit dari kehancuran dan bangkit mencegah generasi muda dari ancaman degradasi moral. Memperingati Hari Sumpah Pemuda tidak cukup dengan mengusung slogan, tapi harus dengan tindakan nyata. Mendidik dan mengarahkan anak muda menjadi enterpreneur adalah salah satu upaya untuk menyelamatkan generasi muda kita. Stakeholder terkait, mestinya sudah harus merancang program seperti ini untuk investasi masa depan, bukan sekadar membuat program-program instan.
Bangkit generasi mudaku, jauhi narkoba dan judol, selamatkan masa depan kalian, selamatkan daerah dan negara kalian, karena di tangan kalianlah estafet daerah dan negara ini akan diserahkan.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










