Breaking News

Intensitas Curah Hujan Masih Tinggi, Tingkatkan Kewaspadaan Kita 

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq 

Dalam beberapa hari terakhir ini intensitas curah hujan di wilayah dataran tinggi Gayo terus mengalami peningkatan. Meski belum mencapai puncaknya, tapi intensitas curah hujan di wilayah ini mengalami peningkatan signifikan dari bulan-bulan sebelumnya. Kondisi ini sesuai dengan prediksi BMKG yang setiap hari menyampaikan peringatan dini (early warning) tentang prakiraan curah hujan yang bisa saja berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, erosi dan longsor.

Pada daerah dengan kemiringan tanah diatas 15 persen dengan kondisi tanah yang labil, curah hujan dengan durasi panjang atau dalam waktu lama, berpotensi menyebabkan longsor. Pada aliran sungai atau anak sungai, curah hujan tinggi bisa menyebabkan volume air meningkat drastis sehingga berpotensi meluap dan menyebabkan banjir. Pemukiman masyarakat di dekat hutan dengan vegetasi hutan yang sudah rusak akibat penebangan liar atau aktifitas merusak alam lainnya, jika terjadi hujan lebat, juga berpotensi menyebabkan banjir bandang. Jika hujan lebat disertai angin kencang dan petir, berpotensi menyebabkan pohon-pohon dan tiang listrik tumbang. Sementara pada pemukiman di wilayah perkotaan yang kondisi drainasenya buruk, hujan dengan intensitas tinggi dapat berpotensi menimbulkan banjir genangan di pemukiman, bahkan bisa masuk kedalam rumah-rumah warga.

Kita ikut merasa prihatin dengan musibah yang terjadi hari ini (Minggu, 13/09/2026), dimana tanah longsor menimpa rumah penduduk di kampung Sanehen kecamatan Silih Nara menjelang Maghrib tadi. Musibah ini selain merusak bangunan rumah, juga menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan beberapa lainnya menderita luka-luka. Sementara dari kecamatan Lut Tawar juga dilaporkan terjadi erosi yang menyebabkan material tanah dan batu menutup jalan, sehingga akses jalan Takengon – Bintang terputus sementara. Dan dari kecamatan Celala dilaporkan banjir bandang merusak jalan dan jembatan yang menyebabkan terputusnya akses jalan di wilayah Kuyun.

Dari kejadian-kejadian tersebut, kita jadi tau, bahwa bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat di wilayah tengah Aceh ini. Curah hujan memang dapat diprediksi oleh BMKG dari hasil pengamatan dan bantuan satelit cuaca, tapi dampak yang mungkin ditimbulkan oleh curah hujan tinggi dengan durasi panjang, tidak bisa diprediksi oleh siapapun.

Yang bisa kita lakukan untuk menghindar dari kemungkinan terjadinya bencana akibat meningkatnya intensitas curah hujan adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian semua pihak.

Melalui tulisan ini, saya hanya bisa mengingatkan kepada semua untuk mengantisipasi hal2 yang tidak diinginkan akibat tingginya curah hujan, dengan melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Hindari melakukan perjalanan, terutama perjalanan jarak jauh pada saat hujan sangat deras, cuaca berkabut dan angin kencang.

2. Jangan berteduh atau memarkir kendaraan dibawah pohon2 besar atau dibawah tebing jalan yang tinggi pada saat hujan deras.

3. Hindari aktifitas di sungai atau pinggir sungai (berwisata, camping, memancing, mencari ikan, mandi dll) pada saat hujan deras.

4. Waspadai kondisi tanah yang labil dan rentan longsor, awasi setiap pergerakan tanah disekitar kita. Jika mendengar suara gemuruh dalam tanah bertopografi miring dan ada tanda-tanda akan terjadi longsor, segera lakukan evakuasi diri ke tempat yang lebih aman.

5. Jangan membuang sampah di parit-parit, saluran drainase atau aliran air, fungsikan saluran drainase untuk menghindari genangan air di jalan dan pemukiman.

6. Usahakan tidak berdiam di kebun atau rumah yang tingkat kemiringannya tinggi pada saat hujan lebat.

7. Jika jalan tergenang air cukup tinggi akibat luapan sungai, parit atau banjir bandang, jangan nekat untuk menerobos baik dengan kendaraan atau berjalan kaki, karena kita tidak tau titik-titik rawan yang kedalaman airnya tinggi.

8. Untuk pihak terkait, agar menyiagakan lokasi evakuasi dan logistik jika curah hujan terus meningkat dan berlangsung dalam waktu lama.

9. Pemerintah daerah harus secara aktif mengakses informasi cuaca dari BMKG dan segera menginformasikan kepada masyarakat jika kondisi cuaca menjurus kepada kemungkinan terjadinya bencana alam.

10. Selalu berdo’a dan meningkatkan kualitas ibadah, supaya kita mendapatkan perlindungan dari Allah SWT sehingga terhindar dari bencana.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca