Breaking News

Kenali Tanda Alam Sebelum Terjadinya Longsor

Oleh : Fathan Muhammad Taufiq.

Kondisi topografi tanah dengan kemiringan diatas 15 persen, sebenarnya tidak direkomendasikan untuk mendirikan bangunan rumah atau tempat tinggal. Namun untuk wilayah dataran tinggi yang topografinya berbukit, merupakan suatu hal yang tidak terelakkan jika harus mendirikan rumah di kaki perbukitan atau di tanah miring yang diratakan hanya pada tempat berdirinya rumah, sementara di belakang rumah masih berupa tanah dengan kemiringan relatif tinggi.

Mendirikan bangunan dibawah atau diatas tanah dengan kemiringan cukup tinggi tidak dianjurkan karena memang memiliki resiko, terutama pada lahan-lahan yang kondisi tanahnya labil. Salah satu resiko mendirikan bangunan pada tanah miring adalah potensi terjadinya longsor atau erosi sewaktu-waktu.

Mendiami atau bertempat tinggal di lokasi tanah atau lahan miring, harus tetap berhati-hati dan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya tanah longsor. Bencana tanah longsor bisa menghancurkan rumah dan isinya, bahkan tidak jarang sampai merenggut jiwa, ini yang harus kita antisipasi.

Kenali tanda-tandanya.

Meskipun sering terjadi secara tiba-tiba, namun sebelum terjadi tanah longsor, biasanya ada tanda-tanda alam yang bisa dijadikan peringatan dini. Jika sudah ada tanda-tanda alam tersebut, sebaiknya warga segera menghindar atau mengevakuasi diri dan keluarga ke daerah yang lebih aman.

Berikut adalah beberapa tanda alam yang wajib diwaspadai sebelum terjadi longsor :

Pertama, muncul retakan baru di permukaan tanah atau lereng, biasanya sejajar dengan arah tebing.

Kedua, kerikil atau batu kecil bercampur dengan tanah mulai berjatuhan dari atas tebing/lereng.

Ketiga, sebagian halaman atau bagian dalam rumah tiba-tiba amblas tanpa diketahui penyebabnya.

Keempat, munculnya rembesan atau mata air baru secara tiba-tiba di lereng, yang airnya sering kali berwarna keruh atau berlumpur.

Kelima, sumur atau mata air di sekitar lereng mendadak kering.

Keenam, genangan air di atas lereng yang biasanya untuk tempat minum hewan-hewan liar atau cadangan air untuk menyiram tanaman, tiba-tiba surut atau hilang. 

Ketujuh, beberaoa pohon atau tiang yang ada di sekitar rumah mulai terlihat miring, posisi pohon, tiang listrik, atau pagar terlihat miring ke arah bawah lereng.

Kedelapan, pintu dan jendela di dalam rumah tiba-tiba macet dan sulit dibuka karena pergerakan struktur tanah pada fondasi.

Tanda-tanda diatas biasanya sudah terjadi beberapa hari sebelum terjadi longsor, dan ini bisa menjadi peringatan dini (early warning) bagi penghuni rumah untuk segera mengosongkan rumah untuk sementara. Selagi ada waktu, pindahkan barang-barang penting dan berharga seperti kendaraan, peralatan rumah tangga, surat-surat dan dokumen penting lainnya.

Sementara jika longsor diprediksi sudah dekat, biasanya ditandai dengan timbulnya suara aneh, terdengar suara gemuruh dari dalam tanah, deritan kayu bangunan rumah, atau suara patahan kayu dari arah lereng. Jika kondisi sudah demikian , tidak ada pilihan lain kecuali segera keluar dari rumah untuk menyelamatkan diri dan keluarga. Menjauhlah dari pohon-besar atau tiang tinggi di sekitar lokasi.

Dengan mengetahui tanda-tanda alam sebelum terjadi tanah longsor, mudah-mudahan kita bisa terhindar dari mara bahaya yang bisa mengancam jiwa kita.

Tampilkan kutipan teks

Tampilkan kutipan teks


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca