Breaking News

Lelon Apah, Apakah Ada Manfaatnya?

Lelon Apah. Dalam bahasa Indonesia, buah beracun ini dinamai Buah Kalayar, dengan nama latin Trichosanthes tricuspidata atau Trichosanthes cucumerina var. anguina. Foto: Fathan Muhammad Taufiq

Catatan : Fathan Muhammad Taufiq.

Di kalangan masyarakat Gayo, dikenal satu jenis tanaman dengan buah berwarna merah menyala, tapi rasanya pahit dan beracun. Tumbuhan yang tumbuh liar di hutan-hutan ini oleh masyarakat Gayo dikenal dengan nama Lelon Apah. Dalam bahasa Indonesia, buah beracun ini dinamai Buah Kalayar, dengan nama latin Trichosanthes tricuspidata atau Trichosanthes cucumerina var. anguina

Secara fisiologis dan morfologis, buah Lelon Apah atau buah Kalayar ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

– Bentuk bulat lonjong, ketika masih muda berwarna hijau dan setelah tua berwarna merah menyala, kulit mulus mengkilat dengan bintik-bintik putih, terlihat menarik. Tapi kalau dibelah, biji didalamnya berwarna hitam dengan bau menyengat.

– Tumbuh menjalar, melilit pohon lain.

– Hidup di hutan dengan abitat asli hutan lembab dataran rendah sampai 1500 mdpl,  banyak terdapat di hutan-hutan Aceh/Gayo dan Sumatera Utara.

– Buahnya sangat beracun, buah, biji, dan getahnya mengandung trichosanthin dan cucurbitacin, senyawa yang sangat pahit & toksik (mengandung racun). Jika sampai termakan bisa menyebabkan mual, muntah, diare parah, perut melilit dan dalam dosis besar bisa menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

Apakah Lelon Apah ada gunanya?

Melihat karakteristiknya yang sangat beracun dan tidak disukai oleh berbagai jenis serangga, buah Lelon Apah berpotensi untuk dikembangkan menjadi pestisida nabati yang ramah lingkungan. Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan, ekstrak buah Lelon Apah cukup efektif untuk mengendalikan berbagai jenis hama yang sering menyerang tanaman pertanian seperti :

– Ulat grayak  (Spodoptera litura) yang sering menyerang tanaman sawi, kol, tembakau dll

– Ulat daun kubis (Plutella xylostella)

– Kutu daun (Aphids) pada tanaman cabe dan tomat

– Ulat penggerek buah kopi (PBKo)

– Belalang, wereng dan walang sangit pada tanaman padi.

Adapun cara membuat ekstrak pestisida nabati dengan bahan buah Lelon Apah adalah :

1. Bahan :

– 1 kg buah  Lelon Apah yang sudah tua.

– 10 liter air

– 50 gram deterjen cair/sabun colek, berfungsi sebagai perekat

– 100 ml alkohol 70% untuk melarutkan cucurbitacin

Proses pembuatan/ekstraksi :

– Tumbuk/Blender  buah Lelon Apah beserta bijinya sampe halus, jangan lupa gunakan sarung tangan karet tebal karena getahnya gatal dan beracun

– Rendam 1×24 jam dalam 10L air dalam wadah tertutup rapat, simpan di tempat teduh

– Saring menggunakan kain 2 lapis, ampasnya kubur dalam tanah, jangan buang ke sungai.

– Tambah perekat (sabun colek dan alkohol) aduk hingga rata.

– Siap diaplikasikan pada tanaman dengan dosis 250 – 500 ml larutan ditambah 10 liter air, masukkan kedalam tanki sprayer, lakukan penyemprotan pada sore hari sekitar jam 16.00 – 18.00, karena hama keluar pada malam hari, sehingga penyemprotan pada sore hari lebih efektif.

Hasil penelitian dan uji lapangan yang pernah dilakukan di  IPB & Balittas, ekstrak tricuspidata 5% efektif membasmi 80% ulat grayak dalam 3 hari, lebih kuat dari ekstrak daun mimba. Daya racun ekstrak buah Kalayar (Lelon Apah ) bertahan 5 – 7 hari di daun dan bagian tanaman lainnya.

Keunggulan dari pestisida nabati dari ekstrak buah Lelon Apah adalah sangat murah karena bahan bakunya tersedia dan tidak perlu dibeli, cepat terurai di tanah sehingga ramah dan aman bagi lingkungan dan daya racunnya efektif membasmi hama secara permanen.

Ini berbeda jauh dengan pestisida kimia yang cenderung merusak lingkungan karena tidak mudah terurai dalam tanah, mematikan mikro organisme bermanfaat dan dalam jangka panjang menurunkan kesuburan dan daya dukung lahan.
Oleh karenanya, sudah saatnya digaungkan gerakan back to nature dengan penggunaan material organik yang ada disekitar kita dalam usaha tani.

Ini juga membuktikan bahwa tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia, semua ada manfaatnya asal kita tau cara memanfaatkannya.

Semoga catatan kecil ini ada manfaatnya.