BANDA ACEH | KenNews.id – Carut marut persoalan sumbangan korban banjir aceh yang digalang oleh grup Sabena di Malaysia kian meruncing dan bantuan pun tidak kunjung tiba untuk para penyintas bencana.
Saling tuding kerap menghiasi layar medsos, cleam barang sembako berjumlah 2000 ton dari ketua grup Sabena saiful Bahri atau pemilik akun tiktok @bospon1 SABENA juga hanya isapan jempol belaka.
Terakhir ia menuding bahwa bantuan tersebut telah di ambil oleh Teungku Jamaica sebagai perwakilan pemerintah Aceh dari gudang pengumpulan miliknya di taman Ria lot 2028 port dickson Negeri Sembilan Malaysia untuk dibawa ke Aceh melalui pelabuhan Krueng geukueh.
Namun, Teungku Jamaica sendiri membantah keterlibatannya mengambil atau membawa pulang barang bantuan tersebut.
“Saya tidak mengambil barang disana, dan saya tidak mengenal bospon apalagi berkomunikasi dengannya” Tegas Teungku Jamaica saat di hubungi awak Kennews.id.
Bahkan menurutnya, ia telah melaporkan akun Facebook @taloe wareh dan tiktok @bospon1 SABENA yang telah menebar fitnah terhadapnya melalui postingan vidio pada polda aceh.
Hal tersebut diperkuat dengan lampiran surat tanda penerimaan laporan yang dikirimkan melalui whatsapp pada media ini.
Dalam surat bernomor : STTLP/B/175/VI/2026/SPKT/POLDA ACEH tertanggal 17 Juni 2026 pihak kepolisian telah menerima laporan Syardani M. Syarif atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik.
Di surat tersebut juga diuraikan bahwa pada tanggal 12 April 2026 sekitar pukul 20.30 WIB pelapor (Teungku Jamaica) melihat postingan vidio di akun tiktok @bospon1SABENA dan Facebook taloe wareh yang menyebutkan bahwa dirinya telah mengambil dan menggelapkan barang bantuan untuk korban banjir.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










