Breaking News
UMUM  

Tajuk | Enang-Enang Mendunia karena Bencana, Kini Saatnya Pemerintah Menepati Janji

BENER MERIAH | KenNews.id — Ada ironi yang menyelimuti Tajuk Enang-Enang. Kawasan yang selama ini hanya dikenal oleh masyarakat Gayo dan para pelintas kini mendadak menjadi perhatian nasional. Bukan karena festival wisata, bukan pula karena promosi pemerintah, melainkan karena bencana yang memutus urat nadi transportasi.

Kedatangan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo membuat nama Enang-Enang bergema hingga tingkat nasional. Kamera media menyorotnya, pejabat pusat datang melihat langsung, dan publik Indonesia akhirnya mengetahui bahwa di ujung pegunungan Gayo ada sebuah jalur yang begitu penting bagi kehidupan masyarakat.

Namun, perhatian saja tidak pernah cukup.

Menteri Dalam Negeri menyampaikan bahwa pembangunan jembatan permanen ditargetkan mulai pada 2027. Janji itu tentu membawa harapan. Tetapi masyarakat Gayo telah terlalu sering mendengar janji pembangunan yang berakhir menjadi tumpukan dokumen dan proposal.

Karena itu, publik berhak mengingatkan: jangan biarkan 2027 hanya menjadi angka tanpa pekerjaan nyata.

Enang-Enang bukan sekadar objek wisata dengan panorama pegunungan yang memesona. Jalur ini merupakan penghubung vital menuju Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, hingga Sumatera Utara. Ribuan petani kopi, hortikultura, pedagang, pelajar, hingga pasien yang membutuhkan layanan kesehatan bergantung pada akses tersebut.

Jika pemerintah benar-benar ingin menjadikan Enang-Enang sebagai ikon baru Aceh, maka pembangunan infrastruktur harus menjadi prioritas, bukan sekadar bahan pidato saat kunjungan kerja.

Perhatian nasional seharusnya menjadi pintu masuk percepatan pembangunan, bukan panggung seremoni. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah pun harus mampu memanfaatkan momentum ini dengan menyiapkan kawasan wisata, memperkuat promosi, serta memberdayakan UMKM agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.

Kini Enang-Enang telah dikenal Nusantara. Tantangan berikutnya adalah memastikan kawasan ini dikenang bukan karena jembatannya yang putus atau jalan yang rusak, melainkan karena keberhasilan negara menepati komitmennya kepada rakyat.

Sebab rakyat tidak membutuhkan janji yang indah. Mereka membutuhkan jembatan yang berdiri kokoh.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca