Breaking News
OPINI  

Berizin Pak Sahrial, Perjuangan Menghadirkan Harapan bagi Tajuk Enang-Enang dan Jalan KKA

Oleh: Tazkir, S.Pd., M.Pd.

KenNews.id – Perubahan besar selalu berawal dari kepedulian. Kemajuan sebuah daerah lahir dari gagasan, kerja keras, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kisah inspiratif itu tergambar jelas dalam perjalanan panjang pembangunan Tajuk Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Pada tanggal 26 November 2025, bencana banjir bandang sempat melumpuhkan akses menuju Tajuk Enang-Enang. Jalan rusak, jembatan terputus, aktivitas masyarakat pun terhambat selama berbulan-bulan. Di tengah keterbatasan itu, semangat gotong royong tak pernah surut.

Setelah tujuh bulan akses tersebut terbengkalai, pada Juni 2026 Pak Sahrial bersama warga bahu-membahu membuka kembali jalan agar kehidupan roda dapat berjalan normal.

Kepedulian tersebut membuktikan kekuatan kolektif masyarakat mampu mengatasi berbagai kesulitan. Terlebih lagi, jauh sebelum perhatian pemerintah pusat hadir, masyarakat terlebih dahulu menggalang donasi swadaya sebesar satu miliar rupiah berhasil dihimpun dari berbagai daerah, bukti nyata kecintaan warga terhadap kampung halaman.

Kini, Tajuk Enang-Enang bukan lagi sekedar jalur penghubung antarkampung. Kawasan ini telah menjadi sorotan masyarakat Aceh, bahkan mulai dikenal di tingkat nasional. Perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur setempat membuktikan bahwa perjuangan masyarakat selama bertahun-tahun pada akhirnya membuahkan respons nyata.

Ucapan terima kasih sepatutnya disampaikan kepada Pak Sahrial, mantan Mukim, atas dedikasi dan kegigihan memperjuangkan kemajuan daerah. Berbekal semangat pengabdian, beliau tak henti-hentinya menyuarakan kebutuhan masyarakat. Baginya, pembangunan bukan sekedar menghadirkan jalan dan jembatan, melainkan membuka harapan, memperkuat perekonomian, sekaligus memudahkan akses bagi generasi mendatang.
Perjuangan itu akhirnya menuai hasil yang manis.

Kunjungan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjadi titik balik penting bagi masa depan Tajuk Enang-Enang. Kehadiran kedua menteri bukan sekedar kunjungan seremonial, melainkan membawa harapan baru bagi masyarakat dataran tinggi Gayo. Pada kesempatan itu disampaikan rencana pembangunan Jembatan Enang-Enang sebagai ikon baru kawasan Gayo dengan anggaran 700 Milyar, diproyeksikan mulai dikerjakan pada tahun 2027. Kabar tersebut membangkitkan optimisme masyarakat bahwa mimpi yang diperjuangkan selama ini perlahan menemukan jalan terang.

Kepedulian Pak Sahrial tidak berhenti sampai di Tajuk Enang-Enang. Di hadapan kedua menteri, beliau turut menitipkan aspirasi masyarakat agar Jalan KKA lintas Bener Meriah Lhokseumawe dan Sumatera Utara, mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Jalan ini merupakan jalur strategis penghubung berbagai wilayah pedalaman Aceh, sekaligus urat nadi aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan distribusi hasil pertanian. Perbaikannya diyakini mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil bumi, membuka akses pariwisata, serta mendongkrak pertumbuhan ekonomi kawasan Gayo secara berkelanjutan.

Sikap tersebut menegaskan bahwa pemimpin sejati tidak hanya memikirkan kepentingan satu wilayah, tetapi memandang pembangunan secara menyeluruh. Perjuangan Pak Sahrial memberikan pelajaran berharga seorang pemimpin tidak cukup hanya menyampaikan keluhan, melainkan harus mampu menghadirkan solusi, menggerakkan masyarakat, dan menjembatani aspirasi rakyat kepada pemerintah. Ketulusan, kerja keras, serta konsistensi beliau menjadi inspirasi bahwa perubahan tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari aksi nyata.

Potensi Tajuk Enang-Enang juga sangat menjanjikan sebagai destinasi wisata alam. Panorama pegunungan, udara sejuk, serta keindahan bentang alam menjadi modal besar bagi Kabupaten Bener Meriah. Infrastruktur yang memadai akan membuka peluang usaha mikro, kuliner khas daerah, jasa wisata, hingga ekonomi kreatif berbasis komunitas. Namun, tanggung jawab untuk memajukan kawasan ini tidak semata-mata berada di pundak pemerintah; masyarakat pun perlu menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, keamanan, serta perbuatan jahat terhadap setiap pengunjung. Pariwisata berkelanjutan lahir dari sinergi erat antara pemerintah dan masyarakat.

Harapan besar kini bertumpu pada keberlanjutan pembangunan. Selain menyelesaikan jembatan dan peningkatan kualitas jalan, pemerintah diharapkan mengembangkan fasilitas pendukung wisata, memperkuat promosi daerah, memberdayakan pelaku UMKM, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Langkah tersebut akan menjadikan Tajuk Enang-Enang sebagai destinasi unggulan sekaligus penggerak roda ekonomi masyarakat.

Terima kasih Pak Sahrial terima kasih juga kepada seluruh masyarakat yang setia memperjuangkan kemajuan daerah. Ketekunan, persatuan, dan semangat gotong royong telah menghadirkan perhatian pemerintah. Semoga pembangunan Jembatan Enang-Enang dan Jalan KKA segera terwujud, membawa kesejahteraan bagi masyarakat Bener Meriah, Aceh Tengah, hingga kawasan lain yang terhubung melalui jalur tersebut. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariah, terus mengalirkan manfaat bagi masyarakat Gayo dari generasi ke generasi.

(Penulis guru SMA Negeri 1 Bukit Bener Meriah )


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca