TAKENGON | KenNews.id — Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu sore, 13 September 2026, memicu longsor di sejumlah titik. Salah satu kejadian paling parah terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, ketika material tanah dari tebing menimpa rumah warga dan menyebabkan korban luka serta satu orang meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, mengatakan longsoran di Kampung Sanehen terjadi saat rumah tersebut tengah digunakan untuk acara arisan keluarga.
Menurut Andalika, rumah yang tertimpa material longsor merupakan milik Aliya (74). Saat kejadian, sejumlah anggota keluarga besar sedang berkumpul. Mereka diketahui berdomisili di Kampung Paya Reje, Kecamatan Kebayakan, dan Kampung Bintang.
“Ketika kejadian, di rumah tersebut sedang ada acara arisan keluarga yang diikuti oleh anggota keluarga besar yang berdomisili di Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang,” ujar Andalika.
Dalam peristiwa tersebut, Yuhana (39) mengalami luka-luka. Yuhana merupakan warga Kampung Paya Reje, Kecamatan Kebayakan. Ia berada di lokasi bersama anaknya, Nazila (9).
Nazila menjadi korban meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Berdasarkan data korban yang dihimpun BPBD Aceh Tengah, selain Yuhana dan Nazila, sejumlah warga lainnya juga mengalami luka-luka.
Korban luka warga Kampung Sanehen terdiri dari:
- Rosita (61), Dusun 1 Sanehen.
- Nurjanah (51), Dusun 1 Sanehen.
- Halimatus Sakdiyah (43), Dusun 1 Sanehen.
- Anisa (7), Dusun 1 Sanehen.
- Aliyah (74), Dusun 1 Sanehen.
- Sapri (32), Dusun 5 Sanehen.
Sementara korban luka yang bukan warga Kampung Sanehen tercatat:
- Sulis (39), Paya Reje.
- Yuhana (39), Paya Reje.
- Naumi (5), Paya Reje.
- Sahril (27), Genuren Bintang.
- Juraini (25), Genuren Bintang, dalam kondisi hamil.
- Raimah (55), Blang Gele.
- Ruhdi (42), Paya Kolar Belang Jorong.
Dengan demikian, data sementara mencatat 14 orang menjadi korban, terdiri dari satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka.
Sejumlah korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Datu Beru Takengon.
Selain korban jiwa dan luka-luka, longsor juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Data BPBD mencatat dua rumah mengalami kerusakan berat, satu rumah rusak sedang, serta satu rumah terdampak/terimbas longsoran.
Peristiwa tersebut berlangsung begitu cepat. Pertemuan keluarga yang semula diisi suasana arisan berubah menjadi kepanikan ketika material longsor menerjang rumah.
BPBD Aceh Tengah bersama unsur terkait dan masyarakat masih melakukan penanganan serta pendataan di lokasi. Mengingat hujan masih berpotensi memicu longsor susulan di sejumlah wilayah, masyarakat diminta tetap waspada, terutama yang tinggal di sekitar lereng dan kawasan rawan bencana.
KenNews.id masih mengikuti perkembangan jumlah korban dan kondisi di lapangan.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












