Breaking News
UMUM  

Sudah Tiga Hari Cuaca Dingin Selimuti Simpang Tiga Redelong

BENER MERIAH | KenNews.id – Cuaca dingin disertai angin dan hujan ringan masih menyelimuti kawasan Simpang Tiga Redelong, Kabupaten Bener Meriah, dalam tiga hari terakhir. Kondisi tersebut membuat suhu udara terasa lebih rendah dari biasanya, terutama pada pagi dan malam hari, sehingga masyarakat merasakan hawa yang cukup menusuk.

Sejak Senin (3/8/2026) hingga Kamis (6/8/2026), langit di wilayah Simpang Tiga Redelong didominasi awan tebal. Hujan dengan intensitas ringan turun hampir setiap hari dan disertai embusan angin yang cukup kencang. Meski tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara keseluruhan, cuaca tersebut menyebabkan udara terasa lebih dingin dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Salah seorang warga Simpang Tiga, Ila, mengaku suhu udara dalam beberapa hari terakhir terasa jauh lebih dingin, terutama saat pagi dan malam hari.

“Pengendara sepeda motor harus lebih berhati-hati karena jalan menjadi licin saat hujan turun. Masyarakat juga sebaiknya menggunakan pakaian hangat, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang beraktivitas pada pagi maupun malam hari agar terhindar dari flu, batuk, maupun demam,” ujarnya.

Selain berdampak pada aktivitas masyarakat, perubahan cuaca ini juga menjadi perhatian para petani di dataran tinggi Gayo. Curah hujan ringan yang berlangsung hampir setiap hari dapat memengaruhi pertumbuhan sejumlah tanaman hortikultura apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan lahan yang baik.

Berdasarkan pantauan KenNews.id, kondisi cuaca dingin seperti ini merupakan fenomena yang kerap terjadi di kawasan dataran tinggi Gayo, terutama ketika tutupan awan meningkat dan hujan turun secara berkala. Masyarakat diimbau terus mengikuti perkembangan informasi cuaca serta mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena udara dingin yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada puncak musim kemarau, umumnya berlangsung pada Juli hingga Agustus dan dalam beberapa kasus dapat berlanjut hingga September.

Fenomena tersebut dipengaruhi oleh Angin Monsun Australia yang bertiup menuju Benua Asia melewati wilayah Indonesia. Angin ini berasal dari kawasan dengan suhu permukaan laut yang relatif lebih rendah, terutama di Samudra Hindia, sehingga bersifat kering dan hanya sedikit membawa uap air. Pada malam hingga dini hari, ketika suhu mencapai titik terendah, udara terasa semakin dingin.

BMKG menyebutkan bahwa dampak fenomena ini paling terasa di wilayah selatan khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Meski Aceh berada di bagian utara khatulistiwa, kawasan dataran tinggi seperti Gayo juga dapat mengalami penurunan suhu yang cukup signifikan akibat faktor ketinggian wilayah, tutupan awan, serta curah hujan yang terus terjadi.

Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan, masyarakat diimbau tetap waspada, menjaga kesehatan, serta berhati-hati saat berkendara maupun beraktivitas di luar ruangan.

Penulis: Tazkir


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca