Breaking News
UMUM  

Karnaval HUT ke-81 RI di Bener Meriah, Pelajar Tampilkan Pesan Antikorupsi

Siswa membawa tiruan kerengkeng sebagai simbol penjara bagi pelaku koruptor di karnaval HUT Kemerdekan RI Ke-81 di Bener Meriah. Foto: Tazkir

BENER MERIAH | KenNews.id — Suasana semarak mewarnai pelaksanaan karnaval dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bener Meriah, Selasa, 11 Agustus 2026. Ribuan masyarakat antusias memadati sejumlah ruas jalan untuk menyaksikan berbagai penampilan dan kreativitas para pelajar.

Karnaval tersebut turut dihadiri Bupati Bener Meriah, Ir. Tagore Abubakar. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bener Meriah itu semakin menambah semarak kegiatan yang melibatkan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Beragam atraksi dan pagelaran ditampilkan para siswa. Mereka mengenakan pakaian adat, pakaian perjuangan, serta berbagai kostum kreatif. Sejumlah peserta juga menampilkan adegan yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa sekaligus kondisi sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah ilustrasi Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, Wakil Presiden Mohammad Hatta, serta Fatmawati. Adegan tersebut menggambarkan kembali suasana perjuangan dan perjalanan bangsa dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

Tak kalah menarik, sejumlah pelajar menampilkan ilustrasi sebuah penjara yang diisi para koruptor dan kroni-kroninya. Mereka digambarkan membawa koper, yang menjadi simbol praktik korupsi dan hasil kejahatan yang diperoleh dari penyalahgunaan kekuasaan.

Adegan tersebut sontak menarik perhatian penonton karena menyampaikan pesan sosial yang kuat di tengah suasana perayaan kemerdekaan.

Halimah, salah seorang penonton, mengaku terkesan dengan kreativitas para pelajar dalam menyampaikan pesan antikorupsi melalui karnaval.

Menurutnya, penampilan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi juga menunjukkan bahwa generasi muda mulai memahami bahaya korupsi dan pentingnya membangun budaya antikorupsi sejak dini.

“Penampilan itu sangat berkesan. Anak-anak sudah mampu menyampaikan pesan bahwa korupsi merupakan perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan harus ditolak,” ujarnya.

Kreativitas para pelajar dalam karnaval tersebut menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dapat diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui seni, budaya, sejarah, dan pesan-pesan moral.

Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi tumbuh menjadi kesadaran bersama untuk membangun generasi muda yang berintegritas, berani menolak korupsi, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan bangsa.

(Tazkir)


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca