Karya: Tazkir
Aku lahir dari akar tabah.
Pohon nyawaku tumbuh tanpa lelah.
Daunnya lebar bagai sayap ibu, meneduhkan jiwa.
Batangnya kokoh menjadi benteng baja penahan badai.
Waktu mencukil dan mengukir kulit kian tua.
Namun getahnya tetap berlari deras, tak pernah berhenti.
Aku belajar dari ranting patah,
bahwa hidup adalah pelayaran di lautan pasang surut.
Setiap cabang memeluk ribuan mimpi dalam diam.
Buah jatuh bukan lonceng kematian;
ia menjelma benih menjadi nyawa baru, berbisik kepada tanah.
Pohon nyawaku mengajariku ikhlas,
seperti hujan yang tak meminta kembali.
Di bawah naungannya aku berlindung,
bagai anak pulang ke pangkuan rumah.
Di atas puncaknya aku bermimpi,
tinggi menjulang menggapai ujung langit sore keemasan.
Lindungi aku,
jauhkan dari gergaji dan api.
— Tazkir
Guru SMA Negeri 1 Bukit
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










