Breaking News

Hujan Turun Harga Kopi di Bener Meriah Ikut Turun

Harga kopi gelondong merah di Bener Meriah mengalami penurunan. Foto: Tazkir

BENER MERIAH | KenNews.id – Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Bener Meriah berdampak langsung pada harga komoditas andalan masyarakat, yakni kopi Gayo. Pola cuaca yang berubah-ubah setengah hari cerah dan setengah hari diguyur hujan turut memengaruhi aktivitas panen dan distribusi hasil kebun.

Berdasarkan pantauan KenNews.id, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp28.000. Pada 12 April 2026 di kawasan Pondok Baru, harga kopi gelondong merah mengalami penurunan drastis hingga Rp20.000 per bambu. Penurunan ini membuat para petani kopi merasa resah karena tidak sebanding dengan meningkatnya kebutuhan pokok sehari-hari.

Salah seorang warga, Andi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa harga kopi terus merosot sangat memberatkan masyarakat, terutama bagi petani yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari hasil kebun kopi.

“Kalau harga terus turun seperti ini, kami sangat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Biaya pupuk mahal, kebutuhan rumah tangga naik, tapi harga kopi justru jatuh,” ujarnya.

Kopi Arabika Gayo dari dataran tinggi Bener Meriah, selama ini dikenal sebagai salah satu kopi terbaik di dunia. Namun, kondisi cuaca tidak stabil serta fluktuasi pasar diduga menjadi faktor utama penurunan harga di tingkat petani.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah konkret dalam bentuk subsidi pupuk dan akses distribusi luntuk membantu petani bertahan di tengah situasi sulit ini.

Dengan kondisi cuaca belum menunjukkan perubahan signifikan, para petani hanya bisa berharap agar harga kopi segera kembali stabil dan kesejahteraan mereka dapat terjaga.

Penulis: Tazkir


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca