L K Ara
Jangan
bangun
gedung
lebih dahulu.
Bangunlah
jiwa
yang akan
menghidupinya.
Sebab
rumah budaya
bukan
tempat
menyimpan
benda-benda tua.
Melainkan
tempat
masa depan
belajar
mengingat.
⸻
Jangan
jadikan
Taman Budaya
sebagai
etalase.
Jadikan ia
mata air.
Tempat
anak-anak Gayo
datang
bukan
untuk
berfoto,
tetapi
untuk
menemukan
asal-usul
suaranya.
⸻
Tanamlah
didong,
bukan hanya
di panggung,
tetapi
di dada.
Peliharalah
bahasa Gayo,
sebab
bahasa
yang hilang
adalah
kuburan
yang paling sunyi.
⸻
Jangan
malu
membaca
mantra
leluhur,
selama
ia
mengajarkan
adab,
kejujuran,
dan
kasih sayang.
Sebab
adat
yang sejati
tidak pernah
bermusuhan
dengan
agama.
Ia
berjalan
bergandengan.
⸻
Biarkan
penyair,
penari,
pemusik,
pelukis,
pemahat,
penenun,
dan
pendongeng
menjadi
penjaga
api.
Karena
bangsa
tidak runtuh
ketika
kehabisan
emas.
Bangsa
runtuh
ketika
kehabisan
cerita.
⸻
Wahai
Taman Budaya
Negeri Gayo,
jangan
sekadar
megah.
Jadilah
rumah.
Rumah
yang pintunya
terbuka
untuk
setiap anak
yang ingin
pulang
kepada
jati dirinya.
Sebab
Negeri Gayo
tidak akan
hilang
selama
budayanya
tetap
bernapas
di dalam
manusia.
Dan
itulah,
nasihat
seorang
Reje Linge,
yang memahami
bahwa
mahkota
bukan
terletak
di kepala,
melainkan
di hati
yang setia
menjaga
marwah
negeri.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.










