Breaking News
UMUM  

Khairul Ahadian Kritik Keras Pemkab Aceh Tengah: Angka Kemiskinan Turun, Tapi Ancaman Kemiskinan Baru Mengintai

Anggota DPRK Aceh Tengah, Khairul Ahadian, ST. Foto: Koleksi Pribadi.

TAKENGON | KenNews.id — Anggota DPRK Aceh Tengah, Khairul Ahadian, mengapresiasi capaian penurunan angka kemiskinan Kabupaten Aceh Tengah, namun mengingatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah agar tidak terlena dengan capaian tersebut.

Menurut Khairul, penurunan angka kemiskinan yang disebut menjadi indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan dan penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) memang patut diapresiasi. Namun, kondisi masyarakat pascabencana akhir November 2025 harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Saya pribadi apresiasi capaian tersebut, tetapi itu capaian di tahun 2025. Di tahun 2026 angka kemiskinan bisa naik lagi kalau tidak ada langkah-langkah konkret setelah bencana,” kata Khairul Ahadian kepada KenNews.id, Kamis (25/06/2026).

Sebelumnya, Akhmad Hasmy, Ak., Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), menyampaikan bahwa penurunan angka kemiskinan di Aceh Tengah menjadi salah satu indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil.

Data menunjukkan, persentase penduduk miskin Aceh Tengah pada tahun 2023 berada di angka 14,38 persen dan turun menjadi 12,29 persen pada tahun 2025.

Namun, Khairul menilai pemerintah harus melihat kondisi riil masyarakat setelah bencana yang melanda Aceh Tengah. Menurutnya, dampak bencana masih dirasakan warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan.

“Jalan ke kebun masih banyak yang rusak dan sawah masih tertimbun material longsor. Ini menyangkut sumber penghasilan masyarakat,” ujar Khairul.

Ia menilai jika persoalan akses produksi tidak segera ditangani, maka masyarakat yang sebelumnya berhasil keluar dari garis kemiskinan berpotensi kembali terdampak secara ekonomi.

“Jangan sampai kita hanya bangga dengan angka penurunan kemiskinan, sementara di lapangan masyarakat kesulitan kembali berproduksi,” tegasnya.

Khairul meminta Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, segera mengambil langkah konkret berupa percepatan pemulihan infrastruktur produksi masyarakat agar dampak ekonomi pascabencana tidak menjadi penyebab meningkatnya angka kemiskinan di masa mendatang.

“Pemerintah harus memastikan pemulihan jalan usaha tani, lahan pertanian, dan akses ekonomi masyarakat menjadi prioritas. Karena ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya angka di laporan, tetapi bagaimana masyarakat bisa kembali hidup dan bekerja dengan normal,” pungkas Khairul.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca