BENER MERIAH| KenNews.id– Pelanggan mengeluhkan kondisi air bersih dari layanan Tirta Bengi Bener Meriah kembali bermasalah. Pasalnya, setiap kali hujan turun meskipun hanya sebentar, air yang mengalir ke rumah-rumah warga langsung berubah menjadi keruh dan tidak layak digunakan.
Keluhan ini disampaikan oleh sejumlah warga yang merasa dirugikan kepada KenNews,id 15 April 2026 karena kebutuhan utama sehari-hari terganggu. Air seharusnya jernih untuk keperluan memasak, mandi, dan mencuci justru berubah warna kecokelatan .
“Baru hujan sedikit saja, air langsung keruh. Kami jadi tidak bisa pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar qorru salah satu warga dengan nada kecewa.
Menurut warga, setelah bencana kondisi ini bukan terjadi sekali dua kali, melainkan sudah sering berulang setiap musim hujan tiba. Mereka berharap pihak pengelola PDAM Tirta Bengi Simpang Tiga segera melakukan perbaikan, terutama pada sistem penyaringan dan distribusi air agar tetap bersih meski kondisi cuaca tidak menentu.
Selain itu, warga juga menyoroti bahwa kewajiban pembayaran iuran tetap berjalan normal setiap bulan, sementara kualitas layanan dinilai belum memuaskan. Hal ini menambah kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.
“Kami tetap bayar iuran, tapi airnya seperti ini. Harusnya ada perbaikan dari pihak terkait,” tambah warga lainnya.
Warga berharap pihak Tirta Bengi segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari sumber air, instalasi pengolahan, hingga jaringan distribusi. Dengan demikian, kualitas air dapat terjaga dan masyarakat tidak lagi dirugikan.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Oleh karena itu, masyarakat meminta perhatian serius agar persoalan ini segera ditangani dan tidak terus berulang setiap kali hujan turun. (Tazkir)










