Breaking News
UMUM  

IAIN Takengon dan BAPPEDA Aceh Tengah Gelar FGD Optimalisasi PAD, Libatkan Seluruh OPD Penyumbang Pendapatan Daerah

IAIN Takengon bersama Bappeda Aceh Tengah laksanakan FGD Peningkatan PAD yang dihadiri oleh OPD terkait. Foto: Dok IAIN Takengon

TAKENGON | KenNews.id – Tim Peneliti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Aceh Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) Analisis Potensi dan Strategi Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Tengah di Café Bouncit, Kebayakan, Aceh Tengah, Rabu, 09 September 2026.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB dan dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi penyumbang PAD Kabupaten Aceh Tengah.

FGD tersebut merupakan bagian dari rangkaian penelitian yang dilaksanakan oleh tim peneliti LPPM IAIN Takengon bersama BAPPEDA Aceh Tengah untuk mengidentifikasi potensi riil PAD serta merumuskan strategi peningkatan pendapatan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tujuh bulan dengan beberapa tahapan kegiatan, termasuk pengumpulan data, verifikasi lapangan, FGD lanjutan, hingga uji publik hasil penelitian.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BAPPEDA Aceh Tengah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kemandirian fiskal merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, di tengah tuntutan peningkatan kualitas pelayanan publik dan dinamika efisiensi anggaran, Aceh Tengah tidak dapat terus bergantung pada dana transfer pemerintah pusat, melainkan harus mampu mengoptimalkan seluruh potensi ekonomi lokal yang dimiliki.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Aceh Tengah memiliki berbagai potensi ekonomi yang sangat besar, mulai dari sektor pariwisata, pertanian dan perkebunan kopi arabika, hingga berbagai sumber pajak dan retribusi daerah. Namun demikian, potensi tersebut tidak akan memberikan kontribusi maksimal tanpa didukung oleh data yang akurat, regulasi yang memadai, dan sistem pengawasan yang efektif.

Lebih lanjut, Kepala BAPPEDA menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk menyatukan persepsi antar pemangku kepentingan, menguji validitas data lapangan, serta merumuskan strategi peningkatan PAD yang konkret, terukur, dan aplikatif. Ia juga berharap forum tersebut dapat menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya pemetaan potensi PAD yang lebih presisi, penguatan tata kelola pemungutan pendapatan daerah melalui digitalisasi, serta penyelarasan kebijakan yang mampu mendorong investasi tanpa mengabaikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Ketua Tim Peneliti, Dr. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., MA, dalam paparannya menjelaskan bahwa FGD hari ini difokuskan pada penyampaian perkembangan penelitian yang telah dilakukan, sekaligus menggali informasi tambahan dan melakukan proses cross-checking data dengan dinas-dinas penyumbang PAD Kabupaten Aceh Tengah.

“Data yang kami peroleh harus benar-benar menggambarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu, forum ini menjadi bagian penting untuk mengonfirmasi, memperkaya, dan memvalidasi informasi yang telah dikumpulkan oleh tim peneliti,” ujarnya.

Sementara itu, anggota tim peneliti, Zulfikar, M.Si, menegaskan bahwa tim akan terus melakukan penelusuran dan pengumpulan data dari berbagai sumber agar hasil penelitian memiliki tingkat validitas yang tinggi.

“Kami akan terus mengejar dan melengkapi data yang dibutuhkan sehingga hasil penelitian ini benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun praktis,” katanya.

Senada dengan itu, Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si menyampaikan bahwa dalam waktu dekat tim peneliti akan kembali melakukan kunjungan ke berbagai instansi yang hadir dalam forum tersebut guna melengkapi data yang masih diperlukan.

“Setelah kegiatan ini, kami akan terus berkoordinasi dan berkunjung ke kantor-kantor OPD terkait untuk memperkuat serta melengkapi data yang telah kami peroleh,” ungkapnya.

Tim peneliti yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari Dr. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., MA sebagai ketua tim, serta Zulfikar, M.Si., Dr. Ramdansyah Fitrah, M.Si., Dr. Izzatur Rusuli, M.Ed., Dr. Rahayu Subakat, MA., dan Adi Fadli Rajab, S.ST. sebagai anggota tim.

FGD ini turut dihadiri oleh unsur BAPPEDA, Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten Aceh Tengah, serta berbagai OPD yang memiliki kontribusi terhadap PAD, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas PUPR, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Tengah.

Melalui penelitian ini, diharapkan akan lahir rekomendasi kebijakan yang mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan PAD Kabupaten Aceh Tengah. Setelah tahapan verifikasi dan cross-checking data selesai dilaksanakan, tim peneliti akan mengadakan FGD lanjutan sebelum hasil penelitian dibawa ke tahap uji publik sebagai bagian dari penyempurnaan rekomendasi akhir.

Penelitian kolaboratif antara LPPM IAIN Takengon dan BAPPEDA Aceh Tengah ini diharapkan menjadi salah satu kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung terwujudnya kemandirian fiskal dan pembangunan daerah yang berkelanjutan di Kabupaten Aceh Tengah.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca