TAKENGON | KenNews.id – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 11 Linge, Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, berlangsung penuh haru. Di tengah keterbatasan akibat bencana, para murid baru tetap disambut dengan hangat melalui prosesi adat Gayo meski kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di tenda darurat.
Sebagai bentuk penghormatan kepada peserta didik baru, pihak sekolah menyiapkan sajian adat berupa piring berisi bertih, telur rebus, pisang, perlengkapan nyirih, serta satu bambu berisi beras (oros senare). Tradisi tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar anak-anak memperoleh keberkahan serta semangat dalam menuntut ilmu.
Namun suasana hangat penyambutan itu berbanding terbalik dengan kondisi sekolah. Hingga memasuki bulan kesembilan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut, para siswa masih harus belajar di tenda darurat karena gedung sekolah belum dapat difungsikan secara normal.
Sebagian bangunan sekolah mengalami kerusakan akibat bencana. Ironisnya, menurut keterangan warga, terdapat ruang kelas yang sebelumnya masih dapat digunakan justru kehilangan atap setelah dibongkar oleh pihak yang tidak diketahui.
“Seharusnya ada ruangan yang masih bisa digunakan, tinggal dibersihkan, tetapi telah dibongkar,” ujar salah seorang wali murid kepada KenNews.id.
Wali murid tersebut menyebut pembongkaran dilakukan tanpa konsultasi dengan dewan guru, kepala sekolah maupun para orang tua siswa. Akibatnya, kesempatan memanfaatkan ruang yang masih layak untuk kegiatan belajar mengajar pun hilang.
Ia berharap aparat penegak hukum segera mengusut pihak yang bertanggung jawab atas pembongkaran tersebut agar persoalan menjadi terang dan tidak merugikan dunia pendidikan, khususnya para siswa yang hingga kini masih belajar dalam kondisi serba terbatas.
Sementara itu, masyarakat juga berharap pemerintah segera mempercepat rehabilitasi dan pembangunan kembali SD Negeri 11 Linge agar ratusan anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman dan layak, tanpa harus berlama-lama menempati tenda darurat.
KenNews telah berusaha mendapatkan konfirmasi dari Kepala SD Negeri 11 Linge. Tetapi pesan yang dikirim melalui WA belum dibalas
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









