TAKENGON | KenNews.id — Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Aceh Tengah memasuki babak baru setelah Asriadi terpilih sebagai Ketua PPNI Aceh Tengah melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang berlangsung di Aula Kantor RSUD Datu Beru Takengon, Sabtu, 19 September 2026.
Musda yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB itu berjalan khidmat dan lancar. Kontestasi kepemimpinan organisasi profesi perawat tersebut mempertemukan dua kandidat yang diusung Dewan Pengurus Komisariat (DPK), yakni Suandi dari DPK Ampang dan Asriadi dari DPK RSUD Datu Beru.
Dalam proses pemilihan, dari total 21 suara yang tersedia, satu suara tidak hadir dan satu suara dinyatakan rusak. Sementara 19 suara sah kemudian menentukan arah baru kepemimpinan PPNI Aceh Tengah.
Hasilnya, Asriadi memperoleh 15 suara, sedangkan Suandi memperoleh 4 suara.
Perolehan tersebut mengantarkan Asriadi sebagai Ketua PPNI Kabupaten Aceh Tengah.
Musda turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPW PPNI Provinsi Aceh, Dr. Muhammad Atmo Yadi, M.Sc. Kehadirannya sekaligus dalam rangka menyaksikan sekaligus melantik ketua terpilih.
Dalam arahannya, Muhammad Atmo Yadi meminta Asriadi segera menyusun kepengurusan agar roda organisasi dapat berjalan efektif. Ia juga mendorong agar pelantikan kepengurusan secara menyeluruh dapat segera dilaksanakan.
Asriadi sendiri bukan nama baru dalam lingkungan pelayanan kesehatan di Aceh Tengah. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Bidang Logistik RSUD Datu Beru Takengon.
Usai terpilih dan dilantik, Asriadi menegaskan bahwa kepemimpinan yang dipercayakan kepadanya bukan semata-mata kemenangan dalam sebuah pemilihan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan bersama.
“Kemenangan ini bukan kemenangan pribadi, tetapi amanah seluruh anggota PPNI Aceh Tengah. Ke depan, saya ingin membangun organisasi yang solid, terbuka, profesional, dan mampu menjadi rumah bersama bagi seluruh perawat. Kita tidak hanya ingin menjalankan organisasi, tetapi menghadirkan kerja nyata dan kontribusi bagi peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.”
Ia juga mengajak seluruh unsur PPNI Aceh Tengah meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses Musda dan kembali menyatukan langkah.
Menurutnya, kontestasi dalam Musda merupakan bagian dari dinamika organisasi, namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh anggota memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga soliditas PPNI.
“Musda telah selesai, kini saatnya kita menyatukan langkah. Tidak ada lagi dua kubu, yang ada adalah satu PPNI Aceh Tengah untuk pengabdian dan pelayanan yang lebih baik,” tutup Asriadi.
Dengan terpilihnya Asriadi, perhatian berikutnya tertuju pada penyusunan struktur kepengurusan baru serta agenda konsolidasi organisasi PPNI Aceh Tengah dalam periode kepemimpinannya.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





