Takengon – Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melaksanakan Yudisium bagi 211 mahasiswa program Magister Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung GOS Takengon, Kamis (2 Juli 2026).
Peserta yudisium berasal dari dua Program Studi Pascasarjana, yaitu Program Studi S2 Pendidikan Agama Islam sebanyak 39 orang dan Program Studi S2 Manajemen Pendidikan Islam sebanyak 172 orang.
Para peserta yudisium berasal dari sejumlah wilayah di dataran tinggi Gayo, yakni Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.
Dari sisi usia, peserta yudisium termuda berusia 24 tahun, sedangkan peserta tertua berusia 61 tahun. Rata-rata mahasiswa mampu menyelesaikan studi dalam waktu 18 hingga 19 bulan.
Capaian akademik para lulusan juga menunjukkan hasil yang membanggakan. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terendah tercatat 3,40, sedangkan IPK tertinggi mencapai 3,87 atas nama Fitriani yang berhasil menyandang predikat Cum Laude.
Selain itu, salah seorang peserta yudisium Program Magister Pendidikan Islam, Kemala Hayati, juga berhasil meraih predikat Cum Laude dengan IPK 3,84 menempati urutan kedua tertinggi.
Direktur Pascasarjana IAIN Takengon, Dr. Luqmannulhakim, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan yudisium merupakan bukti bahwa seluruh mahasiswa telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya sebagai mahasiswa magister Pascasarjana.
“Dengan selesainya seluruh proses akademik, para mahasiswa dinyatakan lulus dan berhak memperoleh gelar Magister Pendidikan (M.Pd),” ujarnya.
Ia berharap para lulusan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
