Breaking News
UMUM  

Khairul Ahadian Wacanakan Pengelolaan Khusus Retribusi Kopi untuk Penguatan Kopi Arabika Gayo

Ketua Fraksi Keramat Mupakat DPRK Aceh Tengah dari Partai Demokrat. Foto: Untuk KenNews.id

TAKENGON | KenNews.id – Anggota DPRK Aceh Tengah dari Partai Demokrat, Khairul Ahadian, ST mewacanakan pengelolaan khusus terhadap retribusi kopi yang akan diekspor dari Kabupaten Aceh Tengah. Skema tersebut dinilai dapat memperkuat promosi serta perlindungan terhadap komoditas unggulan daerah, khususnya Kopi Arabika Gayo.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menetapkan retribusi sebesar Rp250 per kilogram biji kopi green bean yang dikirim ke Medan. Dengan potensi produksi kopi Aceh Tengah yang mencapai sekitar 50 juta kilogram per tahun, potensi penerimaan dari retribusi tersebut diperkirakan mencapai Rp12,5 miliar per tahun.

Khairul mengusulkan agar dana retribusi tersebut dikelola secara khusus dan memiliki manfaat langsung bagi pelaku usaha kopi.

“Retribusi tersebut langsung dibayarkan oleh produser kopi ke pemda melalui rekening khusus, dan nantinya hasil retribusi tersebut dikembalikan kepada produser kopi dalam bentuk insentif atau promosi kopi yang diikuti oleh para produser tersebut,” kata Khairul Ahadian yang juga Ketua Fraksi Keramat Mupakat DPRK Aceh Tengah kepada KenNews, Rabu (17/6/2026).

Menurutnya, pola pengelolaan tersebut dapat menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan produsen kopi dalam meningkatkan daya saing Kopi Arabika Gayo di pasar nasional maupun internasional.

Selain persoalan retribusi, Khairul juga menyoroti pentingnya penerapan indikasi geografis terhadap setiap biji kopi yang akan dikirim keluar daerah maupun diekspor.

Ia menyebutkan, pencantuman asal-usul kopi melalui sistem indikasi geografis akan memudahkan penelusuran produk sekaligus memberikan perlindungan terhadap identitas dan kualitas Kopi Arabika Gayo.

“Setiap kopi yang keluar daerah perlu memiliki penelusuran yang jelas, sehingga perlindungan terhadap Kopi Arabika Gayo dapat semakin kuat,” ujarnya.

Ia berharap kebijakan terkait retribusi dan indikasi geografis tersebut dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga nilai ekonomi kopi Gayo sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha kopi di Aceh Tengah.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca