TAKENGON | KenNews.id – Masyarakat Kampung Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, terus bekerja keras mewujudkan pembangunan rumah bagi korban terparah tanah amblas di kampung tersebut.
Reje Kampung Gewat, Sandi Suardi, mengatakan progres pembangunan terus menunjukkan perkembangan signifikan.
“Sekarang sudah tiga tapak rumah lokasi pembangunan selesai, semoga hari ini bisa tuntas,” kata Sandi kepada KenNews.id, Selasa (3/3/2026).
Secara keseluruhan, terdapat 11 rumah warga yang terdampak tanah amblas. Namun masyarakat sepakat untuk memprioritaskan pembangunan empat rumah terlebih dahulu bagi korban dengan kondisi paling parah.
Setiap unit rumah dibangun dengan anggaran sebesar Rp11,6 juta. Dana tersebut murni berasal dari swadaya masyarakat yang dikumpulkan dan diusahakan secara mandiri.
Tanpa menunggu kepastian bantuan, warga memilih bergerak cepat. Gotong royong menjadi kekuatan utama mereka, mulai dari pematangan lahan hingga persiapan pembangunan fisik rumah.
Langkah ini diambil karena waktu semakin mendesak. Idul Fitri sudah di depan mata, sementara sebagian korban masih bertahan dalam kondisi darurat.
Bagi warga Gewat, rumah sederhana yang dibangun dengan keringat sendiri itu bukan sekadar bangunan, melainkan harapan agar para korban bisa merayakan lebaran dengan lebih layak dan bermartabat.
