Breaking News
UMUM  

Kisah Andi Tobing untuk Pergi Umrah

TAKENGON |KenNews.id – Nilainya mungkin tidak besar jika dihitung dengan angka. Bahkan mungkin ada yang menganggapnya terlalu kecil untuk memulai sebuah perjalanan sejauh tanah suci.

Namun setelah mendengar kisah di balik setoran itu, kami sadar bahwa yang sedang kami terima bukan sekadar uang. Yang kami terima adalah air mata kerinduan seorang hamba kepada rumah Allah.

Namanya Bapak Andi Tobing, warga Blang Kolak, Takengon.

Beliau bukan orang yang hidup berkecukupan. Bukan pemilik usaha besar. Bukan pula pegawai dengan gaji tetap setiap bulan. Beliau hanyalah seorang kepala keluarga yang mencari nafkah dari pekerjaan serabutan. Hari ini ada pekerjaan, besok belum tentu ada. Hari ini mendapat rezeki, esok masih harus kembali berjuang.

Tetapi di dalam dada beliau tersimpan sebuah mimpi yang tidak pernah padam: menjadi tamu Allah di Baitullah.

Sudah lama beliau menyimpan kerinduan itu. Berkali-kali melihat Ka’bah di televisi, di video-video umrah, atau dalam foto-foto jamaah yang baru pulang dari tanah suci. Dan setiap kali melihatnya, hati beliau selalu bergetar.

Orang lain mungkin hanya melihat bangunan berbentuk kubus yang diselimuti kain hitam.

Tetapi Pak Andi melihatnya sebagai tujuan hidup yang selama ini hanya bisa beliau pandangi dari kejauhan.

Beliau sering menangis ketika melihat Ka’bah.

Bukan karena pernah ke sana.

Justru karena belum pernah sampai ke sana.

Beliau hanya bisa memandang gambar-gambarnya sambil berdoa dalam hati,

“Ya Allah… apakah suatu hari nanti aku juga bisa berdiri di hadapan rumah-Mu?”

Hari ini, setelah sekian lama memendam harapan, beliau datang ke kantor Elzaky Tour and Travel.

Tidak dengan koper.

Tidak dengan pelunasan.

Tidak dengan uang yang banyak.

Beliau datang membawa sesuatu yang jauh lebih mahal daripada itu semua: keyakinan.

Dengan suara yang pelan, mata yang penuh harapan, beliau berkata:

“Ust, kalau saya tidak mulai sekarang, kapan lagi ust? Bantu saya untuk menggapai cita-cita ini ust. Saya rindu ke Baitullah ust…”

Kalimat itu sederhana.

Tetapi jujur, membuat kami terdiam.

Karena di zaman ketika banyak orang mampu tetapi menunda, masih ada orang yang serba terbatas namun memilih untuk memulai.

Di saat banyak orang berkata, “Nanti kalau ada uang lebih.”

Pak Andi berkata,

“Saya mulai hari ini.”

Di saat banyak orang menunggu keadaan sempurna.

Pak Andi memilih melangkah dengan segala keterbatasannya.

Beliau sadar uang yang beliau setorkan hari ini belum seberapa.

Beliau sadar perjalanan ini masih panjang.

Beliau sadar mungkin akan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Namun beliau percaya bahwa setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil.

Dan setiap langkah menuju Baitullah tidak pernah sia-sia di hadapan Allah.

Hari ini mungkin yang tercatat di buku tabungan hanyalah sejumlah angka.

Tetapi di langit, bisa jadi yang tercatat adalah sebuah kerinduan yang sangat dalam.

Sebab Allah tidak hanya melihat berapa banyak yang kita bawa.

Allah melihat seberapa besar hati kita ingin datang kepada-Nya.

Kisah Pak Andi adalah pengingat bagi kita semua.

Bahwa yang menghalangi seseorang menuju Baitullah sering kali bukan kurangnya harta.

Melainkan terlalu sering menunda.

Terlalu sering berkata “nanti”.

Terlalu sering menunggu waktu yang belum tentu datang.

Padahal mungkin yang Allah tunggu hanyalah satu langkah pertama dari kita.

Hari ini Pak Andi sudah mengambil langkah itu.

Meski sederhana.

Meski perlahan.

Meski dengan segala keterbatasan.

Dan siapa tahu…

Justru langkah kecil itulah yang kelak mengantarkannya berdiri di depan Ka’bah sambil menangis haru, menyaksikan rumah Allah yang selama ini hanya bisa beliau lihat melalui layar dan gambar.

Maka jika hari ini Anda juga merindukan Baitullah, jangan hanya memendamnya.

Mulailah.

Sedikit demi sedikit.

Karena orang yang sampai ke Ka’bah bukan selalu yang paling kaya.

Sering kali mereka adalah orang-orang yang paling berani memulai.

Dan mungkin, seperti Pak Andi Tobing, undangan itu sedang menunggu langkah pertama Anda.***


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca