Breaking News
UMUM  

12 Kepala Sekolah Aceh Tengah Dilantik, Dua Sekolah Favorit Masih Tanpa Kepala Definitif, Muncul Keluhan Soal Mutasi

TAKENGON | KenNews.id – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi melantik 248 Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Aceh di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 kepala sekolah berasal dari Kabupaten Aceh Tengah. Pelantikan itu diwarnai rotasi sejumlah kepala sekolah, termasuk beberapa pejabat yang saling bertukar posisi.

Untuk jenjang SMK, SMKN 1 Takengon kini dipimpin oleh Sri Waluyo, menggantikan Hajarussalam yang dipercaya menjadi Kepala SMKN 3 Takengon. Sementara SMKN 4 Takengon kini dipimpin oleh Amna Sari.

Pada jenjang SMA, SMAN 2 Takengon dipimpin Samidah, SMAN 3 Takengon dipimpin Zulaikha, SMAN 7 Takengon dipimpin Supriliwati, SMAN 9 Takengon dipimpin Safruddin, dan SMAN 10 Takengon dipimpin Sri Cusmiati.

Selanjutnya, SMAN 15 Takengon Binaan Negeri Antara kini dipimpin oleh Edi Yusra, yang sebelumnya menjabat Kepala SMAN 7 Takengon. Sementara SMAN 16 Takengon dipimpin Ratna Adelia S, dan SMAN 17 Takengon dipimpin Rahimawati.

Untuk jenjang SLB, SLB Silih Nara kini dipimpin oleh Lailatul Fajria.

Namun demikian, hingga pelantikan usai, jabatan Kepala SMAN 1 Takengon dan SMAN 8 Takengon Unggul masih belum terisi. Berdasarkan informasi yang diperoleh KenNews.id, kedua sekolah tersebut untuk sementara diperkirakan akan dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) hingga Pemerintah Aceh menetapkan kepala sekolah definitif.

Belum diketahui secara resmi alasan belum diisinya dua jabatan strategis tersebut. Dinas Pendidikan Aceh juga belum memberikan penjelasan terkait mekanisme maupun jadwal pengisian kepala sekolah definitif di dua sekolah yang selama ini menjadi sekolah favorit di Aceh Tengah.

Di balik pelantikan dan rotasi tersebut, muncul pula suara kekecewaan dari salah seorang kepala sekolah yang ikut dimutasi. Kepada KenNews.id, ia mengaku merasa keputusan yang diambil belum sepenuhnya mencerminkan rasa keadilan.

Menurutnya, dengan pengalaman dan rekam jejak yang dimiliki, ia berharap memperoleh amanah memimpin sekolah yang memiliki jenjang atau kualitas lebih tinggi dibandingkan tempat tugas sebelumnya. Namun harapan tersebut tidak terwujud dalam rotasi kali ini.

“Saya berharap bisa diberi kepercayaan memimpin sekolah yang lebih besar atau memiliki kualitas lebih baik. Tetapi hasil mutasi ini tidak sesuai dengan harapan saya,” ujar kepala sekolah tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Ia juga berharap ke depan proses mutasi kepala sekolah dilakukan secara lebih terbuka dengan mempertimbangkan aspek kompetensi, prestasi, pengalaman, dan kebutuhan masing-masing satuan pendidikan sehingga tidak menimbulkan persepsi ketidakadilan di kalangan para kepala sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, KenNews.id masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari Dinas Pendidikan Aceh terkait dasar pertimbangan rotasi kepala sekolah, termasuk belum terisinya jabatan Kepala SMAN 1 Takengon dan SMAN 8 Takengon Unggul serta adanya keluhan dari salah seorang kepala sekolah yang dimutasi.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca