Breaking News
UMUM  

Revitalisasi Lapangan Musara Alun Rp1,1 M Diprotes, Warga Nilai Ganggu Aktivitas Olahraga

Proyek revitalisasi Lapangan Musara Alun yang memotong jalur jogging Foto: KenNews.id

TAKENGON | KenNews.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) tengah melakukan revitalisasi Lapangan Musara Alun Takengon dengan nilai anggaran sekitar Rp1,1 miliar.

Proyek tersebut menuai kritik dari sejumlah warga. Mereka menilai pembangunan yang disebut akan dimanfaatkan untuk kegiatan seremonial, termasuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tidak memiliki arah yang jelas dan justru mengurangi fungsi ruang terbuka yang selama ini digunakan masyarakat.

Sejumlah warga berpendapat pembangunan itu hanya menambah bangunan di kawasan yang sudah dipenuhi berbagai fasilitas, sehingga dikhawatirkan mengurangi kenyamanan masyarakat yang memanfaatkan lapangan sebagai ruang olahraga dan rekreasi.

Salah seorang warga yang rutin berolahraga di Lapangan Musara Alun, MH, mengaku aktivitasnya terganggu sejak proyek revitalisasi dimulai.

“Bukan hanya jogging track yang telah terpotong, tetapi salah satu tiang gawang sepak bola juga telah dicabut karena proyek tersebut,” ujar MH kepada KenNews, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, selama ini Lapangan Musara Alun menjadi salah satu ruang publik yang paling ramai dimanfaatkan masyarakat untuk berjalan kaki, jogging, maupun bermain sepak bola pada pagi dan sore hari.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perkim Aceh Tengah, Iwan Januari, menegaskan revitalisasi tidak akan mengubah fungsi utama Lapangan Musara Alun sebagai ruang terbuka publik.

“Jalurnya dipindah tanpa mengubah jarak dan fungsinya,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, pembangunan tersebut tetap mempertahankan fungsi lapangan yang selama ini digunakan masyarakat untuk berolahraga.

Saat ditanya mengenai alasan pembangunan fasilitas yang akan digunakan untuk kegiatan upacara, padahal selama ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah melaksanakan upacara di Lapangan Setdakab, Iwan menyebut lokasi baru dinilai lebih memungkinkan agar kegiatan dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.

“Supaya bisa disaksikan langsung sama masyarakat, dari luasannya juga lebih besar,” ujarnya.

Namun, ketika dimintai penjelasan lebih rinci mengenai alasan pemindahan lokasi upacara, Iwan menyarankan agar pertanyaan tersebut disampaikan kepada Bagian Sekretariat Daerah (Setdakab) yang dinilai lebih berwenang memberikan penjelasan mengenai kebijakan tersebut.

Proyek revitalisasi Lapangan Musara Alun sedang berlangsung. Di sisi lain, sejumlah warga berharap pemerintah tetap mengedepankan fungsi lapangan sebagai ruang terbuka publik yang nyaman dan tidak mengurangi fasilitas olahraga yang telah lama dimanfaatkan masyarakat


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca