Breaking News
UMUM  

Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh Optimalkan Pemanfaatan Alpukat untuk Pencegahan Malnutrisi Balita di Aceh Tengah

Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kampung Merah Pupuk kecamatan Atu Lintang, Aceh Tengah. Foto: Untuk KenNews.id

ACEH TENGAH | KenNews.id – Dosen Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Optimalisasi Pemanfaatan Alpukat Terhadap Balita Malnutrisi dan Gizi Buruk di Desa Merah Pupuk, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026.”

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 tersebut berlangsung di Desa Merah Pupuk, Kecamatan Atu Lintang, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh 40 ibu yang memiliki balita, 5 kader posyandu, serta 5 aparatur desa.

Ketua tim pengabdi, Barirah Madeni, S.SiT, Bd, M.Kes menjelaskan, status gizi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita. Balita dengan gizi kurang maupun gizi buruk memiliki risiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, mulai dari menurunnya daya tahan tubuh, mudah terserang penyakit infeksi, gangguan pertumbuhan fisik, stunting, hingga gangguan perkembangan otak.

“Upaya pencegahan dan penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk perlu dilakukan melalui perbaikan asupan makanan, salah satunya melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal,” ujar Barirah.

Ia menyebutkan, Aceh Tengah memiliki potensi pangan lokal yang kaya nutrisi, salah satunya buah alpukat yang banyak dihasilkan di Kecamatan Atu Lintang.

“Alpukat memiliki kandungan lemak baik berupa lemak tak jenuh tunggal (MUFA), karbohidrat, serat, protein, serta berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, B, C, E, K, kalium, magnesium, folat dan lutein. Kandungan tersebut sangat baik untuk mendukung tumbuh kembang balita dan membantu peningkatan berat badan,” jelasnya.

Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu balita dan masyarakat mengenai manfaat alpukat sebagai makanan tambahan serta cara pengolahan alpukat yang tepat agar dapat dikonsumsi balita secara rutin.

Selain penyuluhan, tim pengabdi juga memberikan edukasi praktik pengolahan alpukat menjadi jus dan puding alpukat yang sesuai kebutuhan nutrisi balita. Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim pengabdi menyerahkan 40 unit blender kepada ibu balita agar dapat memanfaatkan alpukat sebagai makanan tambahan di rumah.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan oleh ketua tim pengabdi, dilanjutkan sambutan Reje Desa Merah Pupuk, Muharidinsyah, M.Ag.

Untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta, dilakukan evaluasi oleh Nizan Mauyah, S.Si.T, SKM, M.Kes. Kemudian dilanjutkan penyuluhan tentang manfaat alpukat bagi kesehatan balita oleh Lisni, S.ST, M.Kes.

Demonstrasi pembuatan jus alpukat dan puding alpukat dilakukan oleh Selvia Zuhra Putri, SST, M.Kes, dengan dukungan empat mahasiswa D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh Prodi Aceh Tengah.

Tim pengabdi berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal sebagai solusi perbaikan gizi balita, sekaligus mendukung upaya penurunan kasus malnutrisi dan gizi buruk di Aceh Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan dibiayai melalui DIPA Poltekkes Kemenkes Aceh Tahun 2026.

Adapun tim pengabdi terdiri dari Barirah Madeni, S.SiT, Bd, M.Kes selaku ketua, serta anggota Satrinawati, S.SiT, M.Kes, Ph.D, Ritawati, AK, M.P.H., Nizan Mauyah, S.Si.T, SKM, M.Kes, Lisni, S.ST, M.Kes, dan Selvia Zuhra Putri, SST, M.Kes.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca