ACEH UTARA | KenNews.id – Outdoor learning pada PAUD adalah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan luar ruangan sebagai sumber belajar utama bagi anak usia dini.
Belajar tidak hanya terjadi di dalam kelas, tetapi juga di halaman sekolah, taman, kebun, atau pesisir pantai dan ruang terbuka lain yang aman dan ramah anak.
Dalam pengertian sederhana, outdoor learning memberi kesempatan anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Anak mengamati, menyentuh, bergerak, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar, sehingga proses belajar terasa lebih hidup dan menyenangkan.
Hal itulah yang dilakukan oleh Nur Akmal, Kepala PAUD SSB An-Nas Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara pada rabu, 22 April 2026.
Bersama para guru lainnya, Nur Akmal memboyong anak didiknya menuju pesisir pantai ujong blang banda sakti – Lhokseumawe untuk kegiatan Outdoor learning.
Selain berenang, anak – anak yang turut di dampingi oleh orang tuanya masing-masing itu juga di suguhkan aneka permainan sebagai bentuk pembelajaran untuk senantiasa menjaga kelestarian alam.
“Bagi anak usia dini, alam adalah ruang belajar yang alami. Rumput, tanah, air, dan cahaya matahari menjadi media belajar yang kaya makna. Anak belajar tentang sains, motorik, dan emosi secara bersamaan tanpa merasa sedang “belajar” secara formal” Kata Nur Akmal.
Untuk membangun keakraban antara guru, Murid dan orang tua, dalam kegiatan outdoor learning itu juga dilaksanakan beberapa permaian bersama sebelum dilanjutkan dengan acara makan siang.
Menurut Akmal, Outdoor learning juga mendukung perkembangan motorik kasar anak. Kegiatan seperti berlari, melompat, memanjat, atau berjalan di permukaan akan membantu anak mengembangkan koordinasi tubuh dan kekuatan fisik secara alami.
“Selain aspek fisik, pembelajaran luar ruang juga memperkaya perkembangan sosial dan emosional. Anak belajar bekerja sama, bergiliran, dan berkomunikasi dengan teman saat bermain dan mengeksplorasi lingkungan bersama” Tutup Nur Akmal.










