Takengon | KenNews.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah berencana menerbitkan sebuah buku yang mengangkat sejarah Radio Rimba Raya, sebagai upaya mendokumentasikan salah satu tonggak penting perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tanah Gayo.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah, Zulfan Diara, kepada KenNews.id di Takengon, Rabu, 22 April 2026.
Menurut Zulfan, gagasan penulisan buku ini berangkat dari kekhawatiran akan mulai pudarnya pengetahuan generasi muda Gayo terhadap sejarah Radio Rimba Raya yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
“Sejarah Radio Rimba Raya ini perlahan mulai pudar di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Gayo. Padahal, perannya sangat besar dalam menyuarakan eksistensi Republik Indonesia ke dunia internasional,” ujarnya.
Menurut Zulfan, Radio Rimba Raya memiliki nilai tawar yang sangat tinggi dalam konteks kemerdekaan Republik Indonesia, karena menjadi salah satu alat diplomasi yang efektif di tengah agresi militer Belanda.
Selain itu, ia menegaskan bahwa sejarah Radio Rimba Raya tidak bisa dipisahkan dari peradaban lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga penting untuk didokumentasikan secara utuh dan ilmiah.
“Ini bukan hanya sejarah daerah, tetapi bagian dari sejarah lahirnya bangsa. Karena itu harus ditulis dengan baik, agar tidak hilang ditelan zaman,” katanya.
Ia menambahkan, penyusunan buku ini juga akan melibatkan berbagai sumber, mulai dari arsip sejarah, dokumen resmi, hingga penelusuran kisah para pelaku dan saksi sejarah.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan berbagai lembaga, termasuk Arsip Nasional Republik Indonesia, guna memastikan keakuratan data dan memperkaya referensi.
Menurut Zulfan, keterlibatan akademisi dan masyarakat lokal juga menjadi kunci agar buku ini tidak hanya kuat secara data, tetapi juga kaya akan perspektif dan nilai lokal.
“Harapannya, buku ini nantinya tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran dan kebanggaan bagi masyarakat Aceh Tengah,” pungkasnya.

