BENER MERIAH | KenNews.id – 06 April 2026, Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bener Meriah selama dua hari terakhir, sejak 5 hingga 6 April 2026, menyebabkan arus lalu lintas di kawasan Weh Porak lumpuh total. Luapan air menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi ini kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utamautama penghubung Bener Meriah dan kabupaten Bireuen.
Setiap hujan turun dengan intensitas sedang dan tinggi, titik ini selalu menjadi langganan banjir. Air meluap dari aliran sungai di sekitar jalan dan memutus akses penghubung antarwilayah. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi barang dan jasa.
Sejumlah kendaraan, seperti bus penumpang dan angkutan barang, terpaksa berhenti karena tidak ada jalur alternatif lain dengan jarak tempuh lebih jauh. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional serta keterlambatan distribusi logistik. Tidak hanya itu, masyarakat yang hendak beraktivitas, baik untuk bekerja maupun keperluan lainnya, juga harus menunda perjalanan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran jika hujan terus turun tanpa henti. Warga mempertanyakan kesiapan infrastruktur dalam menghadapi musim hujan yang kerap datang setiap tahun. “Kalau hujan terus begini, kami tidak bisa lewat. Aktivitas ekonomi terganggu,” ungkap Ani salah pengenadara yang ingin menuju Bireuen.
Masyarakatpun berharap pemerintah Daerah segera mengambil langkah konkret dengan membangun jembatan atau permanen atau infrastruktur penunjang lainnya agar jalur tersebut tetap dapat dilalui saat musim hujan. Harapan ini bukan tanpa alasan, mengingat permasalahan serupa terus berulang tanpa solusi jangka panjang.
Warga menilai, pembangunan perbaikan jalan atau jembatan menjadi kebutuhan mendesak guna menjaga kelancaran transportasi dan kestabilan ekonomi daerah. Mereka juga mempertanyakan hingga kapan kondisi seperti ini akan terus terjadi tanpa penanganan serius dari pihak terkait
Penulis: Tazkir











