Breaking News
UMUM  

Koleksi Buku Tak Lagi Muat di Rumah, Kepala Perpustakaan Kampung Hibahkan Tanah Pribadi untuk Pemda

TAKENGON | KenNews.id – Kecintaan terhadap buku dan literasi mendorong Muhammad Bukri Ns mengambil langkah yang tidak biasa. Kepala Perpustakaan Kampung Bale Nosar, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, sekaligus Ketua Forum Perpustakaan Kampung Kabupaten Aceh Tengah itu menghibahkan sebidang tanah milik keluarganya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah untuk dijadikan lahan pembangunan perpustakaan kampung.

Hibah tersebut rencananya akan diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026, di Musara Alun Takengon.

Keputusan tersebut berawal dari kecintaan Bukri terhadap buku. Koleksi buku yang dimilikinya terus bertambah hingga tidak lagi tertampung di ruang perpustakaan.

Bahkan, sebagian koleksi buku miliknya kini terpaksa ditempatkan di garasi rumah. Sementara kendaraan pribadinya harus diparkir di luar agar garasi dapat digunakan untuk menyimpan buku.

Bagi Bukri, kondisi tersebut bukan persoalan, melainkan bagian dari kecintaannya terhadap dunia literasi.

“Ini merupakan hibah keluarga dan semoga nantinya dibangun gedung Perpustakaan Kampung yang representatif,” kata Muhammad Bukri kepada KenNews.id, Rabu, 12 Agustus 2026.

Ia berharap tanah yang dihibahkan tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan untuk membangun perpustakaan kampung yang layak, sehingga masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda, memiliki ruang yang nyaman untuk membaca dan belajar.

Susilawati: Ini Kebaikan yang Luar Biasa

Wakil Ketua DPRK Aceh Tengah, Susilawati, memberikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Muhammad Bukri dan keluarganya.

Menurutnya, hibah tanah untuk kepentingan pembangunan perpustakaan merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi.

“Saya sangat terharu dan kehabisan kata-kata tentang kebaikan ini. Karena ini luar biasa. Biasanya hibah untuk masjid atau jalan, dan pemerintah membeli untuk masyarakat. Tetapi ini masyarakat yang menyerahkan kepada pemerintah,” kata Susilawati dalam dialog bersama Muhammad Bukri.

Susilawati menilai langkah tersebut bukan sekadar menyerahkan sebidang tanah, tetapi merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui literasi.

Menurutnya, perpustakaan kampung tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku. Lebih dari itu, perpustakaan dapat menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan masyarakat untuk memperoleh pengetahuan.

Disebut Energi Positif bagi Aceh Tengah

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Aceh Tengah, Zulfan Diara.

Ia menyebut hibah tersebut sebagai energi positif bagi perkembangan literasi di Kabupaten Aceh Tengah.

Menurutnya, kepedulian masyarakat seperti yang ditunjukkan Muhammad Bukri dan keluarganya menjadi modal penting dalam membangun budaya literasi di tingkat kampung.

Hibah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan perpustakaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga dapat mengambil bagian dengan memberikan kontribusi nyata sesuai kemampuan masing-masing.

Bagi Bukri, sebidang tanah yang diserahkan mungkin tidak seberapa dibandingkan luas kebutuhan pembangunan daerah. Namun di atas tanah tersebut, ia berharap kelak berdiri sebuah perpustakaan yang dipenuhi buku, anak-anak yang membaca, serta masyarakat yang belajar.

Jika harapan itu terwujud, garasi yang selama ini menjadi tempat penyimpanan buku dan membuat mobil harus diparkir di luar rumah, mungkin akan menjadi bagian dari cerita kecil tentang bagaimana kecintaan seseorang terhadap buku akhirnya melahirkan sebuah ruang literasi untuk masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Eksplorasi konten lain dari KEN NEWS

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca