TAKENGON | KenNews.id — Hari raya Iduladha selalu menghadirkan kisah tentang keikhlasan dan pengorbanan. Namun di Aceh Tengah, kisah itu tidak berhenti di tempat penyembelihan hewan qurban. Ia berjalan dari rumah ke rumah, mengetuk pintu-pintu warga, membawa senyum, rasa syukur, dan kebahagiaan yang sederhana namun begitu berarti.
Melalui program qurban tahun 1447 Hijriah, Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kabupaten Aceh Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebanyak 530 kantong daging qurban didistribusikan kepada warga di berbagai wilayah seputaran Kota Takengon hingga kawasan Sabun pada hari kedua Iduladha.
Kegiatan yang dipusatkan di SMP IT Tahfiz Al Wafi tersebut berlangsung penuh semangat kebersamaan. Tahun ini, IKADI Aceh Tengah menyembelih 1 ekor kerbau, 11 ekor sapi, dan 1 ekor kambing yang berasal dari para pequrban yang mempercayakan amanah qurbannya kepada IKADI.
Sejak pagi, panitia dan relawan tampak bekerja tanpa lelah. Suara takbir bersahutan dengan hiruk-pikuk proses penyembelihan, pencacahan daging, hingga pengemasan ratusan paket qurban. Tidak ada wajah lelah yang tampak dominan. Yang terlihat justru semangat melayani dan kesungguhan menjaga amanah umat.
Ketua Panitia Qurban, Dian Hariyanto, M.Pd., mengatakan bahwa seluruh panitia berusaha memastikan proses qurban berjalan tertib, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Bagi kami, qurban bukan sekadar agenda tahunan. Ini adalah amanah besar. Karena itu kami berusaha melaksanakannya dengan sebaik mungkin, mulai dari penyembelihan hingga distribusi kepada masyarakat yang berhak menerima,” katanya.
Pelaksanaan kegiatan turut didampingi Ketua Pengarah, Abshar, S.H., M.H., sementara koordinasi teknis lapangan dipimpin Ketua Tim Pelapah, Akshar, M.Kom., bersama seluruh tim yang terlibat dalam proses penyembelihan dan distribusi.
Ketua IKADI Kabupaten Aceh Tengah, Dr. H. Zakiul Fuady Muhammad Daud, Lc., M.A., menegaskan bahwa qurban memiliki makna sosial yang sangat besar, terutama dalam memperkuat rasa kepedulian dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Menurutnya, di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah, kehadiran qurban menjadi pengingat bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk saling memperhatikan dan saling menguatkan.
“Qurban adalah bahasa cinta dalam bentuk kepedulian. Ada saudara-saudara kita yang mungkin tidak setiap hari bisa menikmati daging. Maka ketika qurban hadir ke rumah mereka, yang datang bukan hanya makanan, tetapi juga rasa diperhatikan dan dihargai sebagai bagian dari umat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pequrban yang telah mengambil bagian dalam program qurban IKADI tahun ini, di antaranya Mahyeddin, Affandi, dan Salmawaty Samha. Sementara penerima manfaat berasal dari berbagai lapisan masyarakat, seperti Rida Safitri, Wahyuni, Ana, dan ratusan warga lainnya yang tersebar di sejumlah titik distribusi.
Bagi IKADI Aceh Tengah, qurban bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari dakwah sosial yang terus dijaga keberlangsungannya. Dari tahun ke tahun, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan kepedulian para pequrban dengan harapan masyarakat yang membutuhkan.
Di balik 530 kantong qurban yang dibagikan tahun ini, tersimpan semangat besar tentang ukhuwah, pengorbanan, dan harapan agar kebahagiaan Iduladha benar-benar dapat dirasakan oleh semua kalangan masyarakat.
Dan ketika sore mulai turun di Kota Takengon, panitia perlahan menuntaskan pekerjaannya. Namun nilai qurban itu sendiri tetap tinggal — hidup dalam rasa syukur warga, dalam doa-doa tulus penerima manfaat, dan dalam keyakinan bahwa berbagi tidak pernah membuat seseorang menjadi kekurangan.
