Breaking News

Pemerintah Aceh Tengah Sudah Harus Alokasikan Dana Beasiswa ke Luar Negeri

TAKENGON | KenNews.id – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dinilai perlu mulai memikirkan skema beasiswa khusus bagi siswa berprestasi yang diterima di kampus-kampus top dunia untuk jenjang Strata 1 (S1).

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul sejumlah pelajar asal Aceh Tengah yang berhasil menembus universitas terbaik dunia di kawasan Asia dan Australia. Mereka diterima di kampus bergengsi seperti Nanyang Technological University, Hong Kong University of Science and Technology, hingga The University of Queensland.

Bahkan, sebagian dari mereka tidak hanya diterima di satu kampus, tetapi mendapatkan beberapa tawaran sekaligus dari universitas internasional dengan reputasi akademik tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelajar asal dataran tinggi Gayo memiliki kemampuan bersaing di level global.

Namun di balik prestasi tersebut, terdapat persoalan besar yang dihadapi para siswa dan keluarga mereka, yakni keterbatasan ekonomi untuk membiayai pendidikan di luar negeri.

Biaya kuliah dan biaya hidup di negara tujuan tergolong sangat tinggi. Untuk kuliah di Singapura misalnya, kebutuhan biaya pendidikan dan hidup diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta per tahun. Di Hong Kong sekitar Rp450 juta per tahun, sedangkan di Australia dapat mencapai Rp500 juta per tahun.

Kondisi itu membuat banyak orang tua berada dalam situasi sulit. Di satu sisi anak mereka berhasil meraih prestasi akademik luar biasa dengan diterima di universitas top dunia, namun di sisi lain kemampuan finansial keluarga tidak mampu menjangkau biaya pendidikan tersebut.

Karena itu, Pemerintah Aceh Tengah dinilai sudah saatnya memikirkan kebijakan strategis berupa program beasiswa luar negeri untuk jenjang S1 bagi siswa-siswa berprestasi. Program tersebut dapat menjadi investasi jangka panjang daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang nantinya kembali membangun Aceh Tengah.

Skema pembiayaan dapat dilakukan secara bertahap melalui APBK maupun kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk perusahaan, perbankan, lembaga filantropi, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain membantu siswa berprestasi, kebijakan tersebut juga akan menjadi motivasi besar bagi generasi muda Aceh Tengah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan berani bersaing di tingkat internasional.