KenNews.id – Harapan itu sempat bertahan.
Tipis, tapi masih ada.
Para ibu, para guru, para “Ine” itu masih mencoba percaya—bahwa sebelum Lebaran tiba, akan ada kabar baik. Bahwa hak mereka akan dibayarkan. Bahwa anak-anak mereka tetap bisa merasakan kebahagiaan sederhana seperti anak-anak lain.
Namun hari ini, Selasa, 17 Maret 2026, harapan itu seperti runtuh perlahan.
Alasan yang datang terasa begitu dingin:
pencairan tak lagi bisa dilakukan karena mulai 18 Maret hingga 25 Maret 2026 bank sudah tutup.
Selesai.
Seolah semua pintu langsung tertutup rapat.
Tak ada lagi yang bisa ditunggu.
Tak ada lagi yang bisa diharapkan dalam waktu dekat.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya soal teknis administrasi.
Tentang jadwal, sistem, atau prosedur keuangan.
Tapi bagi para Ine itu, ini bukan sekadar urusan tanggal.
Ini tentang anak yang menunggu baju hari raya.
Ini tentang dapur yang ingin mengepul aroma kue.
Ini tentang harga diri seorang ibu yang ingin membahagiakan anaknya, walau dengan hal yang sederhana.
Kini, yang tersisa hanyalah sunyi.
Ketika anak kembali bertanya, mungkin jawabannya masih sama—
bukan karena tak mau menjawab,
tetapi karena keadaan memaksa seorang ibu untuk kembali menelan perihnya sendiri.
Dan yang paling menyakitkan,
mereka bukan tidak bekerja,
mereka bukan tidak mengabdi—
mereka hanya belum dibayar.











