Breaking News

Buku Syair Riwayat Sultanah Safiatuddin Akan Diluncurkan di PDS HB Jassin, TIM Jakarta

JAKARTA| KenNews.id — Dunia sastra dan sejarah Aceh kembali mendapat sumbangan penting melalui terbitnya buku Syair Riwayat Sultanah Safiatuddin karya L K Ara. Buku ini dijadwalkan akan diluncurkan pada 28 Maret 2026 di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, yang berada di kawasan Taman Ismail Marzuki.

Menurut rencana, peluncuran buku ini akan dilakukan oleh Illiza Sa’aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh, yang dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Aceh masa kini.

Buku ini mengangkat kisah kepemimpinan Sultanah Safiatuddin Tajul Alam, penguasa perempuan Kesultanan Aceh pada abad ke-17 yang memerintah dengan kebijaksanaan dan keteguhan dalam menjaga stabilitas kerajaan pada masa yang penuh tantangan.

Melalui bentuk syair, tradisi sastra klasik Melayu yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas, penulis L K Ara menghadirkan kembali perjalanan kepemimpinan Sultanah Safiatuddin dengan bahasa yang puitis dan reflektif. Buku ini menjadi upaya untuk menghidupkan kembali ingatan sejarah tentang peran penting perempuan dalam perjalanan peradaban Aceh.

Acara peluncuran ini juga akan diramaikan dengan pembacaan puisi oleh sejumlah penyair, di antaranya Fikar W. Eda, Mustafa Ismail, Octa, Willy Ani, Ical, serta beberapa penyair lainnya. Pembacaan puisi ini diharapkan memberi suasana sastra yang hidup dan menjadi bagian dari perayaan literasi serta penghormatan terhadap tradisi syair Aceh.

Sebagai pusat dokumentasi sastra terbesar di Indonesia, PDS HB Jassin di TIM Jakarta menjadi tempat yang simbolis bagi peluncuran buku ini. Di ruang yang menyimpan ribuan karya sastra Indonesia tersebut, Syair Riwayat Sultanah Safiatuddin diharapkan dapat menambah khazanah literasi sejarah dan kebudayaan Nusantara.

Melalui peluncuran ini, penulis berharap kisah kepemimpinan Sultanah Safiatuddin tidak hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah Aceh, tetapi juga menjadi sumber inspirasi tentang kebijaksanaan, keteguhan, serta peran perempuan dalam menjaga martabat negeri.