JAKARTA| KenNews.id — Persiapan menuju acara peluncuran buku Restu dan Syair Riwayat Sultanah Safiatudin karya penyair Aceh L K Ara terus dimatangkan. Acara yang akan berlangsung pada 28 Maret 2026 di Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, akan menghadirkan pertunjukan musikalisasi puisi bertajuk “Ode Untuk Sultanah Safiatuddin.”
Musikalisasi puisi ini digarap oleh musisi Rahmat Sanjaya bersama kelompok Bengkel Musik Batas. Mereka tengah melakukan latihan intensif untuk menyiapkan komposisi musikal yang memadukan nuansa tradisi Aceh dengan sentuhan musik kontemporer, sehingga menghadirkan pengalaman artistik yang kuat bagi para penonton.
“Ode Untuk Sultanah Safiatuddin” merupakan puisi dramatik karya L K Ara yang mengangkat sosok Sultanah Safiatuddin sebagai simbol kepemimpinan perempuan, spiritualitas, dan kebesaran sejarah Aceh. Melalui musikalisasi ini, puisi tersebut akan dipentaskan dengan iringan perkusi, lantunan vokal, serta atmosfer panggung yang menggambarkan kejayaan masa Kesultanan Aceh.
Menurut Rahmat Sanjaya, latihan difokuskan pada penciptaan suasana yang mampu membawa penonton merasakan perjalanan sejarah dan spiritual yang terkandung dalam puisi tersebut.
“Puisi ini memiliki napas sejarah dan spiritual yang kuat. Kami mencoba menerjemahkannya ke dalam bahasa musik agar pesan yang dibawa oleh karya L K Ara bisa sampai dengan lebih emosional kepada penonton,” ujarnya.
Acara peluncuran buku ini juga akan menjadi momentum penting bagi dunia sastra dan kebudayaan Aceh. Kehadiran karya Syair Riwayat Sultanah Safiatudin diharapkan dapat memperkaya khazanah sastra sejarah sekaligus menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang peran perempuan dalam sejarah Kesultanan Aceh.
Selain peluncuran buku, acara tersebut direncanakan diisi dengan pembacaan puisi, diskusi sastra, serta pertunjukan musikalisasi yang menjadi puncak acara.
Para pecinta sastra, budayawan, dan masyarakat umum diharapkan dapat menghadiri acara ini sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra yang mengangkat sejarah dan identitas budaya Aceh.
Peluncuran buku dan pertunjukan musikalisasi puisi ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara sastra, sejarah, dan musik dalam satu panggung kebudayaan yang bermakna.











