Breaking News

Panik Buying Picu Lonjakan Harga BBM Eceran, Pemda Bener Meriah Diminta Turun Sidak

BENER MERIAH | KenNews.id – Kepanikan masyarakat yang dipicu isu kelangkaan bahan bakar dan kebutuhan pokok mulai berdampak pada melonjaknya harga BBM eceran di sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah.

Pantauan di lapangan pada Kamis, 5 Maret 2026, harga BBM yang dijual secara eceran di pinggir jalan di beberapa titik mengalami kenaikan cukup tajam. Jika sebelumnya berkisar Rp15.000 per liter, kini sebagian penjual menaikkan harga hingga Rp20.000 bahkan mencapai Rp30.000 per liter.

Kenaikan harga ini terjadi sehari setelah masyarakat di beberapa kawasan seperti Simpang Tiga dan Pondok Baru melakukan pembelian besar-besaran terhadap berbagai kebutuhan pokok, mulai dari BBM hingga beras. Warga terlihat membeli dalam jumlah yang tidak biasa sebagai bentuk antisipasi terhadap isu kelangkaan yang beredar di tengah masyarakat.

Namun lonjakan harga BBM eceran ini memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan dari mana asal pasokan BBM yang dijual bebas di pinggir jalan dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga sebelumnya.

“Kalau memang stok BBM normal, kenapa harga eceran bisa melonjak seperti ini? Dari mana minyak itu didapat sampai bisa dijual mahal?” ujar Anto, salah seorang warga Bener Meriah kepada KenNews.id.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih belum stabil. Karena itu, warga berharap tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat untuk meraup keuntungan berlebihan.

Ia juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan ataupun permainan harga di tingkat pengecer.

“Masyarakat berharap ada sidak dari Dinas Perdagangan, Satpol PP, dan aparat kepolisian untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Jangan sampai situasi seperti ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun KenNews.id, harga BBM eceran di beberapa wilayah lain seperti Lampahan dan Blang Rakal hingga saat ini masih terpantau relatif normal.

Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar situasi tetap terkendali serta mencegah potensi lonjakan harga yang dapat semakin membebani warga.

Penulis: Tazkir