BENER MERIAH | KenNews.id – Tiga bulan terakhir, warga di kawasan Simpang Tiga dan sekitarnya mengeluhkan perubahan kualitas air dari PDAM Tirta Bengi. Air yang sebelumnya dikenal jernih dan layak konsumsi, kini disebut-sebut mudah berubah warna menjadi keruh setiap kali hujan turun, meski hanya dalam intensitas ringan.
“Dulu airnya bersih. Sekarang sedikit saja hujan turun langsung berubah warna. Keruh sekali. Kami jadi ragu menggunakannya untuk memasak,” ujar seorang Sumar warga Simpang Tiga, Selasa, 24 Februari 2026
Air yang mengalir dari keran tampak putih keruh dan terkadang meninggalkan endapan halus saat ditampung di ember maupun bak mandi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius di tengah masyarakat, terutama terkait aspek kesehatan.
Sejumlah warga memilih menampung air saat kondisi terlihat jernih sebagai cadangan. Namun tak sedikit pula yang terpaksa membeli air galon isi ulang untuk kebutuhan minum dan memasak. Situasi ini tentu menambah beban pengeluaran rumah tangga di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih pascabanjir.
“Kalau hanya untuk mandi mungkin masih bisa. Tapi untuk minum dan masak kami tidak berani. Terpaksa beli air minum isi ulang,” tambah Win, warga lainnya.
Keluhan ini muncul setelah wilayah Bener Meriah dilanda banjir beberapa waktu lalu. Warga menduga perubahan kualitas air berkaitan dengan dampak bencana tersebut, baik pada sumber air baku maupun sistem pengolahan dan jaringan distribusi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PDAM Tirta Bengi terkait penyebab perubahan kualitas air tersebut. Warga berharap ada pengecekan menyeluruh terhadap instalasi pengolahan air serta jaringan pipa distribusi, khususnya di kawasan Simpang Tiga.
Mereka juga meminta adanya pembersihan dan perbaikan sistem penyaringan agar kualitas air dapat kembali seperti sediakala. Transparansi informasi dinilai penting agar masyarakat tidak terus diliputi rasa waswas setiap kali hujan turun.
“Kami hanya ingin air kembali jernih seperti dulu. Air bersih itu kebutuhan pokok. Jangan sampai setiap hujan kami merasa cemas,” ungkap Ahda, seorang ibu rumah tangga.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, perhatian serius dan respons cepat dari pihak pengelola sangat diharapkan, agar pelayanan air bersih di Bener Meriah kembali optimal—baik saat cuaca cerah maupun ketika hujan mengguyur.
Penulis: Tazkir











