TAKENGON | KenNews.id – Sebanyak 386 Jiwa yang terdiri dari 103 Kepala Keluarga masyarakat Kampung Umang kecamatan Linge Aceh Tengah berharap pemerintah dapat segera merelokasi wilayah pemukiman mereka pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Hal itu diungkap warga saat tim medis KPA Simpang Keuramat dan relawan Laskar pemuda Aceh melakukan kegiatan pengobatan massal dan penyaluran logistik di camp pengungsian pada jum’at 9 Januari 2026.
“Saat bencana melanda, sebagiaan warga Kampung Umang sempat terisolir selama dua hari akibat terputusnya akses jembatan penghubung antara Dusun pantan jemungket dengan dusun tengah,” ujar jusman (38) warga setempat kepada KenNews.id.
Kini warga mengungsi di Simpang Gelampang Kampung Uning kecamatan setempat, yang berjarak 9 km dari tempat asal mereka.
Permintaan warga untuk di relokasi wilayah pemukiman asal mereka tentunya sangat beralasan, dimana luasan areal pemukiman lebih kurang 10 km² itu dihimpit oleh gunung Buntul Masjid dari semua penjuru.
“Kami ini hidup persis seperti dalam kuali, dari atas pegunungan itu juga terdapat dua aliran sungai, dinding pegunungan mulai retak seperti ada pergeseran tanah, suara gemuruh dari dasar tanahpun mulai terdengar setelah hujan” Cerita ibu-ibu pengungsian di sela-sela pengobatan massal.
Muhammad Dahlan Ishak atau yang akrab disebut Pang Maklan pimpinan rombongan yang merupakan utusan khusus Gubernur Aceh untuk melakukan pemetaan kebutuhan rakyat korban di dataran tinggi gayo tampak sangat prihatin dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Kami akan sampaikan kepada Muallem sesuai dengan fakta dan kebutuhan masyarakat, mudah-mudahan cepat terealisasi sesuai harapan bapak – ibu semua” Tutur Pang Maklan di hadapan para pengungsi.
Selain persoalan keberlangsungan hidup masyarakat pada umumnya, pemandangan proses belajar-mengajar SDN 3 Linge juga tampak berada dalam tenda darurat di kawasan pengungsian.
“Kita semua berharap pada pemerintah, baik kabupaten, propinsi, bahkan pusat untuk dapat sesegera mungkin menata kembali kehidupan para korban bencana ini” Tutup Muhammad Dahlan.











