Breaking News
UMUM  

Gawat! Tebing Jalan di Weh Ni Kulus Hanya Dibungkus Terpal, Nyawa Pengguna Jalan Dipertaruhkan

Terpal terlihat ditempatkan di tebing pinggir jalan di sekitaran Weh Ni Kulus, Bener Meriah. Foto: Tazkir

BENER MERIAH | KenNews.id – Kondisi memprihatinkan terlihat di ruas jalan lintas Bireuen – Bener Meriah, tepatnya di kawasan Weh Ni Kulus. Tebing jalan yang rawan longsor kini hanya dilapisi terpal sebagai penahan tanah—sebuah solusi darurat yang dinilai jauh dari kata aman.

Alih-alih menjadi perlindungan yang kokoh, penggunaan terpal justru memunculkan kekhawatiran baru. Lapisan tanah di pinggir badan jalan terlihat terbuka dan rapuh, siap tergerus kapan saja saat hujan turun. Upaya ini memang bisa menahan erosi dalam waktu singkat, namun secara teknis hanya bertahan sementara—bahkan bisa gagal dalam hitungan minggu.

Pantauan tim KenNews, Sabtu, 28 Maret 2026 di lapangan menunjukkan risiko yang semakin nyata. Saat musim hujan tiba, air dengan mudah merembes ke bawah terpal, membuat tanah tetap jenuh dan meningkatkan potensi longsor. Belum lagi ancaman angin kencang dan derasnya aliran air yang bisa merobek atau melepaskan terpal dari posisinya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan serius seperti pembangunan dinding penahan tanah atau sistem drainase yang memadai, bukan tidak mungkin badan jalan akan amblas dan memutus jalur vital tersebut.

Kekhawatiran warga pun semakin memuncak. Para pengguna jalan merasa keselamatan mereka seperti diabaikan.

“Kalau hanya pakai terpal, ini tidak akan bertahan lama, apalagi kalau hujan deras terus-menerus. Kami khawatir jalan ini bisa amblas,” ujar Nia, salah seorang pengguna jalan.

Tak hanya itu, kondisi ini juga dikeluhkan karena sangat berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintas.

Kini, masyarakat menunggu langkah nyata dari pemerintah—baik pusat, provinsi, maupun daerah. Jangan sampai solusi darurat ini berubah menjadi bencana nyata akibat lambannya penanganan.

Jalan ini bukan sekadar penghubung antarwilayah, tapi juga urat nadi ekonomi masyarakat. Jika putus, dampaknya akan jauh lebih besar daripada sekadar kerusakan infrastruktur.

Penulis: Tazkir