BENER MERIAH| KenNews.id – Setelah sekian lama pasien penyakit ginjal di Kabupaten Bener Meriah harus bolak-balik ke luar daerah untuk menjalani cuci darah, RSUD Munyang Kute Redelong kini mulai mempersiapkan pembukaan layanan hemodialisa.
Langkah awal ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur RSUD Munyang Kute dengan PT Interskala Sehat Sejahtera sebagai penyedia alat hemodialisa serta bahan medis habis pakai (BMHP).
Penandatanganan kerja sama tersebut turut disaksikan oleh Bupati Bener Meriah, Dewan Pengawas RSUD Munyang Kute, serta sejumlah staf ahli pemerintah daerah.
Bagi sebagian masyarakat, rencana pembukaan layanan ini menjadi kabar yang telah lama ditunggu. Selama ini, banyak pasien penyakit ginjal kronik dari Bener Meriah harus menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di luar daerah untuk menjalani terapi cuci darah secara rutin, yang tidak hanya melelahkan tetapi juga menambah beban biaya.
Pada tahap awal, RSUD Munyang Kute merencanakan pengoperasian sekitar 5 hingga 10 unit mesin hemodialisa. Jumlah ini akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai sekitar 20 unit mesin, menyesuaikan kebutuhan pelayanan masyarakat.
Saat ini pihak rumah sakit juga tengah melakukan renovasi ruangan khusus layanan hemodialisa yang ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari satu bulan. Sementara itu, proses pengiriman mesin hemodialisa akan dilakukan secara bertahap oleh pihak penyedia.
Selain menyiapkan ruangan dan peralatan, rumah sakit juga sedang membangun sistem pendukung yang krusial dalam layanan dialisis, seperti penyediaan sumber air khusus dan sistem filtrasi air (water treatment system).
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Munyang Kute disebut telah memiliki tenaga medis dan perawat yang siap mendukung operasional layanan tersebut. Melalui kerja sama ini, pihak penyedia juga akan memfasilitasi pelatihan hemodialisa bersertifikat bagi tenaga medis rumah sakit.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan ini diharapkan dapat segera beroperasi dan menjadi solusi bagi pasien penyakit ginjal kronik di Bener Meriah dan wilayah sekitarnya.
Namun masyarakat tentu berharap rencana ini tidak berhenti pada seremoni dan penandatanganan kerja sama semata. Kehadiran layanan hemodialisa di RSUD Munyang Kute diharapkan benar-benar segera terwujud, sehingga pasien tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mempertahankan hidup melalui terapi cuci darah.

