Breaking News
UMUM  

Pesan WA Berantai Picu Panic Buying di Aceh Tengah dan Bener Meriah

Screenshot pesan berantai melalui WA yang menyebabkan panic buying BBM. Foto: KenNews.id

TAKENGON| KenNews.id – Pesan berantai melalui WhatsApp dari tadi pagi, Rabu, 04 Maret 2026, yang mengatasnamakan informasi dari Pertamina memicu kepanikan warga di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa pasokan BBM terakhir masuk pada hari Jumat dan belum diketahui kapan distribusi berikutnya tiba.

Isi pesan itu juga mengimbau warga untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan bahkan menggunakan jeriken karena dikabarkan BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar akan kembali langka.

“Assalamu’alaikum ibu ibu kami baru dapat informasi dari Pertamina bagi yang mau isi minyak Honda, mobil dll. isi ful boleh pakai Jrigen kabar nya minyak Pertamina terakhir masuk hari Jum’at dan Tidak tahu kapan masuk nya lagi. Untuk sembako masih aman untuk minyak Pertalite, Pertamax dan Solar Akan Langka kembali. Terimakasih.”

Pesan yang tidak jelas sumber resminya itu langsung menyebar luas di grup-grup WhatsApp warga. Akibatnya, sejumlah SPBU di Takengon dan sekitarnya terpantau ramai dipadati kendaraan sejak pagi. Beberapa warga bahkan terlihat membawa jeriken untuk membeli BBM dalam jumlah lebih banyak dari biasanya.

Situasi ini diperparah oleh pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menyebutkan bahwa stok BBM nasional berada pada kisaran 21 hari. Meski pernyataan tersebut bersifat umum dalam konteks cadangan nasional, sebagian masyarakat menafsirkannya sebagai sinyal akan terjadinya kelangkaan dalam waktu dekat.

Padahal, angka ketahanan stok nasional tidak serta-merta berarti distribusi di daerah akan terhenti. Distribusi BBM dilakukan secara berkala dan terjadwal oleh PT Pertamina (Persero) melalui sistem logistik nasional.

Sejumlah warga mengaku khawatir jika pasokan benar-benar tersendat, apalagi mengingat pengalaman kelangkaan BBM yang pernah terjadi sebelumnya di wilayah dataran tinggi Gayo. “Daripada nanti tidak kebagian, lebih baik isi penuh sekarang,” ujar salah satu warga Takengon.

Namun demikian, panic buying justru berpotensi mempercepat terjadinya kelangkaan di tingkat lokal. Ketika pembelian dilakukan secara berlebihan dan tidak wajar, stok di SPBU yang seharusnya cukup untuk beberapa hari bisa habis dalam waktu singkat.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang tidak disertai sumber resmi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari pihak Pertamina terkait penghentian distribusi BBM ke Aceh Tengah maupun Bener Meriah.

Pemerintah daerah dan aparat terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi agar keresahan masyarakat tidak semakin meluas. Tanpa penjelasan yang tegas dan cepat, isu yang tidak jelas kebenarannya dapat berubah menjadi krisis nyata akibat kepanikan massal.