Bener Meriah – KenNews.id. Kepanikan masyarakat terhadap perang antara Orang melawan Israel dan Amerika berdampak hingga ke daerah. Sejumlah warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dilaporkan berebut membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU maupun pangkalan kecil, serta memborong beras, Rabu (04/03/2026).
Lonjakan pembelian terjadi setelah beredarnya kabar memanasnya konflik yang melibatkan Israel dan sekutunya, termasuk Amerika Serikat, berhadapan dengan Iran. Situasi tersebut diperkuat dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menyebut stok BBM nasional hanya mencukupi sekitar 20 hari.
Pantauan di sejumlah SPBU menunjukkan antrean kendaraan lebih panjang dari biasanya. Beberapa pedagang sembako juga mengaku terjadi peningkatan pembelian beras secara signifikan. Bahkan, ada warga yang membeli dalam jumlah besar untuk dijadikan persediaan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada penegasan resmi dari pemerintah daerah terkait kondisi tersebut. Secara umum, pernyataan mengenai stok BBM disampaikan dalam konteks sistem ketahanan energi nasional dan tidak serta-merta berarti akan terjadi kelangkaan dalam waktu dekat. Distribusi BBM dan bahan pokok disebut masih berjalan normal.
Fenomena ini dinilai sebagai bentuk panic buying yang dipicu oleh persepsi kekhawatiran, bukan karena adanya gangguan distribusi nyata. Trauma bencana banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 lalu turut memengaruhi respons psikologis masyarakat dalam menyikapi isu krisis pasokan.
Jika tidak dikendalikan, pembelian berlebihan justru dapat menciptakan kelangkaan semu di tingkat pengecer dan berpotensi memicu kenaikan harga di pasaran.
Adi, salah seorang warga setempat, berharap pemerintah daerah segera memberikan sosialisasi dan penjelasan resmi kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif. “Kami berharap ada kepastian supaya warga tidak termakan isu,” ujarnya.
Warga juga diimbau untuk tetap tenang dan membeli kebutuhan secara wajar. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai gangguan distribusi BBM maupun beras di wilayah Bener Meriah. Dinas terkait diharapkan terus memantau kondisi pasar guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga agar kepanikan tidak meluas. (Tazkir)








