Breaking News

Tak Mau Lagi Menunggu, Warga Gewat Aceh Tengah Swadaya Matangkan Lahan Relokasi

Kondisi tanah yang amblas di kampung Gewat kecamatan Linge kabupaten Aceh Tengah. Foto: Untuk KenNews.id

TAKENGON | KenNews.id – Masyarakat Kampung Gewat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (2/3/2026) mulai melakukan pematangan lahan untuk lokasi relokasi korban tanah amblas di kampung tersebut, mereka juga merupakan korban banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu.

Tanpa menunggu kepastian bantuan, warga memilih bergerak dengan kemampuan sendiri. Dana dikumpulkan secara swadaya untuk membiayai pekerjaan awal, termasuk menyewa alat berat.

“Lokasi ini rencananya dalam tahap awal digunakan untuk empat rumah warga yang paling terdampak,” kata Reje Kampung Gewat, Sandi Suardi, kepada KenNews.id melalui sambungan telepon.

Sandi juga mengirimkan video aktivitas warga yang memperlihatkan satu unit ekskavator tengah bekerja meratakan lahan. Alat berat tersebut, menurutnya, disewa secara mandiri oleh masyarakat.

“Kami sewa sendiri untuk mematangkan lahan ini. Kami sudah tidak bisa lagi menunggu,” ujarnya.

Diketahui, empat kepala keluarga di Kampung Gewat mengalami kerusakan rumah berat akibat bencana tanah amblas dan harus direlokasi ke tempat yang lebih aman. Hingga kini, sebagian korban masih tinggal di tenda darurat.

Di tengah aktivitas alat berat dan gotong royong warga, tampak pula Buyung Hamdani, salah seorang korban yang mengalami disabilitas dan berjalan menggunakan tongkat. Dengan suara penuh harap, ia menyampaikan keinginannya sederhana.

“Saya berharap sekali dalam hari raya ini sudah bisa menempati rumah baru,” katanya.

Langkah swadaya warga Gewat menjadi potret keteguhan masyarakat di ujung wilayah Linge. Ketika bantuan belum kunjung tiba, mereka memilih bergerak sendiri demi memastikan keluarga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.