Breaking News

Kampung Gewat Gawat, Tiga Bulan Pascabencana Minim Perhatian Pemerintah

Reje Kampung Gewat kecamatan Linge, Aceh Tengah, Sandi Suardi menujukan kondisi jalan ke kampungnya yang masih sulit dilalui. Foto: untuk KenNews.id

TAKENGON | KenNews.id – Kampung Gewat di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, seolah menjadi kampung yang terlupakan. Letaknya yang berada paling ujung di jalan lintas Kampung Pantan Nangka–Mungkur–Gewat diduga membuat wilayah ini luput dari perhatian serius pemerintah daerah.

Sudah lebih dari tiga bulan sejak bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Namun hingga kini, warga terdampak di Kampung Gewat mengaku belum merasakan perhatian nyata dari pemerintah.

Reje (Kepala Desa) Kampung Gewat, Sandi Suardi, mengaku malu kepada masyarakatnya karena belum mampu menghadirkan solusi atas kondisi yang mereka hadapi.

“Sampai saat ini masyarakat saya yang menjadi korban masih tinggal di tenda BNPB,” kata Sandi kepada KenNews.id melalui sambungan telepon, Minggu malam, 1 Maret 2026.

Menurut Sandi, jumlah penduduk Kampung Gewat mencapai 65 kepala keluarga (KK) dengan total 235 jiwa. Dari jumlah tersebut, 11 KK terdampak langsung bencana. Empat KK di antaranya mengalami kerusakan rumah berat dan harus direlokasi.

“Sekali lagi saya malu dengan masyarakat saya, Pak. Kami seperti anak ayam yang kehilangan induknya,” ujarnya dengan nada lirih.

Ia mengaku mulai pesimis terhadap kehadiran pemerintah di kampung mereka. Jangankan berharap mendapatkan bantuan hunian sementara, untuk masuk dalam daftar penerima Dana Jatah Hidup (Jadup) saja, warga Kampung Gewat tidak tercantum.

Sandi menuturkan, setelah menyuarakan keluhan tersebut, dirinya sempat dihubungi oleh pihak Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tengah untuk mengusulkan kembali nama-nama penerima Jadup. Ia pun telah mengajukan ulang data warga terdampak. Namun hingga kini belum ada kejelasan realisasi bantuan tersebut.

Harapan Sandi sederhana. Ia meminta para pemangku kebijakan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil masyarakat Kampung Gewat.

“Datang dan lihat sendiri kondisi kami. Supaya tahu bagaimana keadaan sebenarnya di sini,” pintanya.

Tiga bulan pascabencana, warga Kampung Gewat masih menanti kepastian. Di ujung jalan yang sunyi itu, mereka berharap pemerintah tidak sekadar hadir dalam janji, tetapi juga dalam tindakan nyata.