BENER MERIAH | KenNews.id – Awal masuk sekolah, menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, SMA Negeri 1 Bukit menggelar pelaksanaan shalat Dhuha sekaligus menjadi momen pembinaan awal bulan puasa.
Kepala Sekolah Rudi Darma Putra Rangkuti, S. Pd, menyampaikan sejumlah arahan strategis terkait peningkatan keimanan dan tata tertib penggunaan gawai di lingkungan sekolah.
Di hadapan para guru dan seluruh siswa, menekankan pentingnya memaksimalkan bulan penuh berkah dengan amalan-amalan sunnah.
“Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan adalah shalat Dhuha. Saya harap bapak/ibu guru dapat membimbing, dan siswa-siswi dapat melaksanakannya secara berjamaah atau pribadi setiap harinya di sekolah,” ujar Rudi dalam sambutannya, Senin, 23 Februari 2026
Namun, arahan yang paling menyita perhatian para siswa adalah terkait kebijakan baru penggunaan telepon genggam (HP).
Menyikapi perkembangan zaman dan demi menjaga konsentrasi belajar serta interaksi sosial sehat, pihak sekolah memberlakukan aturan ketat terkait gawai.
“Kedepannya, penggunaan handphone di lingkungan sekolah tidak dibenarkan, apalagi dibawa masuk ke dalam kelas. Ini adalah langkah tegas untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif,” tegas Kepala Sekolah yang dikenal disiplin tersebut.
Rudi DPR, menjelaskan mekanisme yang harus dipatuhi oleh seluruh siswa. Jika terpaksa membawa HP, siswa wajib menitipkannya kepada petugas piket telah disiagakan.
Barang tersebut akan diamankan dan baru bisa diambil kembali setelah jam pelajaran usai atau saat waktu kepulangan sekolah.
“Kebijakan ini bukan untuk menyulitkan, tetapi untuk melindungi anak-anak kita dari distraksi digital. Kami ingin interaksi di kelas benar-benar fokus pada materi pelajaran dan interaksi antar teman secara langsung, bukan melalui layar,” tambahnya.
Selain fokus pada ibadah dan kedisiplinan teknologi, Kepala SMA Negeri 1 Bukit ini menyoroti pentingnya literasi kemampuan menyaring informasi.
“Literasi harus terus dikembangkan oleh guru dan siswa dalam rangka mengarungi atau mengarifi zaman digital ini. Jangan sampai kita hanya menjadi konsumen informasi, tetapi harus mampu menjadi pribadi literat, bisa memilah mana informasi yang benar dan bermanfaat, serta mampu menghasilkan karya,” pungkas Rudi.
Kebijakan baru yang diumumkan pada awal Ramadhan ini disambut beragam oleh para siswa.
Dengan adanya program shalat Dhuha harian dan aturan ketat penggunaan HP, SMA Negeri 1 Bukit optimis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan bijak dalam bermedia digital selama bulan suci dan seterusnya.
Penulis: Tazkir

