Breaking News

Hari ke 72 Pasca Bencana, Sah Raja Aceh Timur Belum Bisa Diakses Menggunakan Roda Empat.

Jalan ke Kampung Sah Raja, Pante Bidari, Aceh Timur belum dapat diakses, terlihat tiga mobil double cabin terjebak lumpur. Foto: Hendra Fauzi

ACEH TIMUR | KenNews.id – Hari ke 72 pasca banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra utara dan Sumatra Barat, situasi belum seluruhnya membaik, masih menyimpan luka, terutama bagi penyintas bencana di daerah pelosok.

Hal itu terlihat dalam sebuah siaran live tik tok akun @HendraFauzi88, dimana dalam tayangan vidio tersebut tampak tiga unit double cabin sedang berjibaku diruas jalan yang masih di penuhi lumpur sisa banjir.

Disisi lain, dalam siaran live pada malam hari kamis, 5 februari 2026 itu juga terlihat dua unit alat berat (Beco) yang melakukan pengerjaan pembersihan jalan sedang terparkir di tempat tersebut

Ketika di hubungi via whatsapp, pemilik akun tik tok tersebut yang merupakan tim Laskar Pemuda Aceh itu mengaku sedang melakukan perjalanan menuju Dusun sarah raja Kampung Sah Raja kecamatan Pante Bidari Aceh Timur.

Menurutnya, sampai saat ini ada dua gampong di kecamatan tersebut yang belum dapat di lalui dengan kenderaan roda empat, yaitu Gampong Sah raja dan Dusun Rantau panjang gampong sijudo.

Hendra Fauzi juga memaparkan bahwa warga korban banjir bandang di kedua gampong tersebut saat ini sangat membutuhkan air bersih, dan untuk huntara juga belum mulai di bangun.

“Sebelumnya di dusun rantau panjang gampong sijudo sudah dicoba membuat sumur bor dibeberapa titik, namun gagal memperoleh air. Maka solusi untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga disana harus ada treatman untuk pengolahan air sungai” Tulis Hendra fauzi dalam pesan singkat whatsapp yang diterima pewarta Kennews.id.

Gampong sah raja yang ditempati oleh 253 KK tersebut, terbagi atas empat dusun, yakni dusun Sarah Raja, Sarah Gala, Puring, dan HTI itu merupakan gampong dipedalaman Aceh Timur yang rawan banjir bandang, dan tertimbun kayu gelondongan pasca bencana.

Pada akhir 2025 Gampong yang mayoritas di tempati oleh petani itu juga pernah dilanda bencana banjir bandang yang memutuskan akses jalan utama.