Breaking News

Bendungan Jambo Aye Jebol, Ratusan Siswa Aceh Timur Terpaksa Naik Perahu ke Sekolah

Pelajar dan masyarakat di Pante Bidari, Aceh Timur terpaksa gunakan perahu akibat jebolnya tanggul Jambo Aye. Foto: Nyak Din

ACEH TIMUR | KenNews.id – Potret perjuangan anak-anak Indonesia mengakses pendidikan kembali terlihat di Aceh Timur. Pasca jebolnya tanggul Bendungan Jambo Aye akibat banjir bandang pada 26 November 2025 lalu, ratusan siswa di Dusun Bahagia, Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, kini terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu demi bisa bersekolah.

Sedikitnya 198 siswa, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, terdampak langsung akibat rusaknya satu-satunya akses penghubung wilayah tersebut. Sebelum bencana, para siswa biasa menggunakan sepeda motor melintasi tanggul Bendungan Jambo Aye untuk menuju sekolah di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dan sebagian ke Kecamatan Tanah Jambo Aye.

Namun saat banjir bandang melanda, tanggul bendungan tersebut bobol diterjang arus deras yang membawa gelondongan kayu. Sejak saat itu, akses darat terputus total.

Kini, setiap hari para siswa harus menyeberangi sungai dengan perahu, lalu melanjutkan perjalanan berjalan kaki sejauh sekitar dua kilometer untuk sampai ke sekolah.

“Mulai dari SD sampai SMA umumnya anak-anak di sini sekolah ke Aceh Utara. SD dan SMP ke Langkahan, sementara SMA dan SMK ada yang ke Tanah Jambo Aye,” ujar Efendi, Kepala Dusun Bahagia, Jumat malam, 30 Januari 2026.

Tak hanya berdampak pada dunia pendidikan, bencana ini juga menghantam kehidupan warga. Dari 108 kepala keluarga yang mendiami dusun tersebut, 45 KK kehilangan rumah akibat terseret banjir bandang. Saat ini, para korban mengungsi di halaman meunasah setempat dengan kondisi serba terbatas.

Selain kehilangan tempat tinggal, para siswa juga mengalami kekurangan peralatan sekolah, termasuk seragam yang hanyut terbawa arus banjir.

Efendi menambahkan, jebolnya tanggul Bendungan Jambo Aye turut mengancam sektor pertanian. Sistem pengairan sawah warga di tujuh kecamatan wilayah Aceh Utara dan tiga kecamatan di Aceh Timur terganggu akibat rusaknya bendungan tersebut.

“Tanggul itu bukan hanya akses transportasi warga, tapi juga urat nadi perekonomian petani sawah. Jika tidak segera diperbaiki, dampaknya bisa meluas,” jelasnya.

Ia pun berharap pemerintah segera turun tangan membangun kembali Bendungan Jambo Aye agar dampak bencana tidak berkembang menjadi krisis pangan dan ancaman kelaparan di wilayah terdampak.