BIREUEN | KenNews.id – Peningkatan jalan usaha tani merupakan wujud nyata berkembangnya denyut ekonomi warga di pelosok, adalah tekad sosok Yusri, mantan kombatan GAM wilayah Bate Iliek setelah dilantik sebagai Geusyik Sarah Sirong Jaya Kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen pada 2017 lalu.
Pembangunan infrastruktur publik berkembang drastis disana, setalah lima tahun kepemimpinannya, Yusri yang dikenal dikalangan GAM dengan panggilan Pawang Kabare itu kembali terpilih untuk periode kedua.
Sarah Sirong jaya yang juga dikenal sebagai wilayah pedalaman berbatasan dengan kawasan gunung dan perkebunan, merupakan salah satu wilayah yang kerap terisolir dan menjadi basis pada masa konflik.
Kini, kemajuan pembangunan serta denyut ekonomi warga yang kian membaik kembali redup, akhir November 2025 lalu, Sarah Sirong Jaya kembali terisolir akibat diterpa bencana banjir Bandang dan tanah longsor.
270 Jiwa terdiri dari 104 Kepela Keluarga masyarakat disana terpaksa hidup di bawah tenda darurat setelah 55 unit rumah hilang tanpa jejak, 21 Rusak berat dan 26 unit lainnya rusak ringan.
Selain rumah warga, bencana itu juga telah memporak-porandakan satu unit meunasah, satu unit balai pengajian, serta melenyapkan 18 Ha tanah yang terdiri dari 5Ha tanah Pekarangan, 12Ha tanah perkebunan, dan 1 Ha tanah waqaf.
Tidak sampai disitu, derasnya terjangan air bah juga telah merobohkan empat unit jembatan dan satu ruas jalan penghubung kabupaten lebih kurang 1,5 km yang ikut amblas ke sungai.
Sebagai alternatif untuk menyambung kembali akses ke sana, penerobosan jalan barupun telah selesai dikerjakan, namun kondisinya masih becek dan berlumpur, apalagi setelah diguyur hujan.
Setalah melalui jalanan licin dan berlumpur, tim KPA Simpang Keuramat dan Relawan Laskar Pemuda Aceh dalam penyaluran bantuan kemanusiaan masyarakat Aceh -Melayu distrik Rawang Negeri Selangor – Malaysia terhenti di Gampong Alue Limeng karena tidak bisa lagi dilalui dengan kenderaan roda empat.
Usai sholat magrib, Serah Terima bantuan dilaksanakan di satu titik untuk dua Gampong korban bencana, yaitu Alue limeng dan Sarah Sirong jaya kecamatan Jeumpa Kabupaten Bireuen.
Dalam serah terima bantuan pada selasa, 27 Januari 2026 itu, tangis haru Pawang Kabare pecah, sambil terisak ia berucap syukur dan terima kasih kepada tim yang telah hadir untuk warganya.
“Sebenarnya kami ingin tembus ke Sarah sirong, selain membawa sembako, Tim Medis juga ikut bersama kami untuk melakukan pengobatan disana, tapi kami tidak berhasil mencapai tujuan, InsyaAllah kami akan balik lagi,” ujar Pang Maklan didamping Mumahammad Zubir dan tim lainnya sambil menenangkan Pawang Kabare yang terus hanyut dalam isak haru malam itu.











