ACEH UTARA, KenNews.id – Sorot matanya yang tajam, adalah gambaran tatapan yang menunjukkan ketegasan, kecerdasan, kepercayaan diri, dan kedalaman emosi yang memberi kesan kuat, inspiratif, dan mampu memotivasi orang lain.
Hal itu juga mencerminkan kemauan yang kuat, kemampuan analitis, serta ketajaman observasi terhadap detail yang terlihat tanpa ada yang terlewatkan.
Puncak sebuah peristiwa pelepasan emosi yang tertahan itupun pecah dengan tetesan air yang keluar di setiap sisi bola mata tanpa terencana.
Peristiwa itu terlihat jelas pada sosok Muhammad Zubir, Ketua tim masyarakat Aceh – Melayu distrik rawang negeri selangor – Malaysia, saat tiba di camp pengungsian warga lhok pungki Gampong Gunci Kecamatan Sawang – Aceh Utara, dalam misi penyaluran sembako ke daerah tersebut pada jum’at, 23 Januari 2026.
Untuk sampai di titik pengusian, barang bantuan dan rombongan menggunakan rakit untuk menyebrangi sungai yang kemudian kembali di langsir menggunakan roda empat yang telah menunggu di sebrang.
” Hubungi tim yang tinggal diseberang sungai, suruh mereka muat kembali ke rakit barang yang tersisa untuk kita tambah ” Seru Muhammad Zubir pada anggota tim lainnya saat akan kembali.
Jarak tempuh yang jauh dan akses yang sulit, penyaluran bantuan kemanusiaan yang semula direncanakan untuk lima lokasi pengungsian di kecamatan itu, terpaksa harus di pangkas menjadi empat titik.
“Rencana penyaluran bantuan untuk lima titik pengungsian di Sawang memang belum ada target sasaran, bisa saja tujuan kelima titik sampai dilapangan kita serahkan di satu atau dua lokasi, itu tergantung kebutuhan pengungsi” Ujar Muhammadan, Ketua Tim Laskar pemuda aceh.
Setelah dari penyebrangan gampong Gunci, bantuan masyarakat aceh – Melayu distrik rawang negeri selangor Malaysia bersama tim KPA simpang keuramat dan laskar pemuda aceh bergerak ke tiga titik pengungsian lainnya.
Gampong Riseh tunoeng, Riseh Teungoeh dan berakhir di gampong Riseh baroeh kecamatan Sawang kabupaten Aceh Utara.
Didepan awak media, Geuchik gampong gunci, Muhammad Fazil, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tidak terhingga kepada masyarakat Aceh – Melayu Malaysia yang telah tiba mengunjungi warganya.
” Kami tidak melihat berapa jumlah bantuan yang sampai disini, Tapi kami sangat bersyukur atas empati dan kepedulian semua pihak, termasuk hari ini saudara kami kembali dari perantauan untuk sebuah ungkapan, bahwa kami tidak sendiri! ” Pungkas muhammad fazil











